WahanaNews.co | Federasi Judo Internasional (IJF) resmi menangguhkan status Presiden Rusia, Vladimir Putin, sebagai Presiden Kehormatan dan Duta Besar IJF.
Hal tersebut disampaikan oleh IJF melalui situs resmi mereka pada Minggu (27/2/2022).
Baca Juga:
Presiden Vladimir Putin Sebut Tak Ada yang Bisa Melarang Penggunaan Bitcoin
Keputusan IJF menjatuhkan skors kepada Putin menyusul operasi militer Rusia ke Ukraina yang telah berlangsung sejak Kamis (24/2/2022).
Vladimir Putin memerintahkan pasukannya melakukan invasi ke wilayah Ukraina bagian Timur.
"Mengingat konflik perang yang sedang berlangsung di Ukraina, Federasi Judo Internasional mengumumkan penangguhan status Vladimir Putih sebagai Presiden Kehormatan dan Duta Besar Federasi Judo Internasional," demikian bunyi pernyataan IJF.
Baca Juga:
Unggul 87,32 Persen Suara, Vladimir Putin Jadi Pemimpin Terlama di Rusia Setelah Joseph Stalin
Dilansir dari Metro, Putin memang ahli dalam olahraga judo.
Ia berlatih sejak kecil dan merupakan pemilik sabuk hitam.
Pada 2012, Putin menjadi orang Rusia pertama yang dianugerahi "dan" kedelapan, salah satu tingkatan sabuk tertinggi di judo.
Tak hanya menangguhkan status Putin, IJF juga sudah membatalkan kejuaraan Grand Slam judo yang semula direncanakan berlangsung di Kazan, Rusia, 20-22 Mei 2022.
Judo bukan olahraga pertama yang "memusuhi" Rusia setelah negara tersebut menginvasi Ukraina.
Sebelumnya, UEFA selaku induk sepakbola Eropa sudah memindahkan arena final Liga Champions dari Saint Petersburg ke Saint-Denis, Perancis.
Formula 1 (F1) juga sudah membatalkan gelaran Grand Prix Rusia yang dijadwalkan berlangsung di Sochi pada September mendatang. [gun]