WAHANANEWS.CO, Jakarta - Shin Tae-yong mengungkapkan pandangannya mengenai karakter pemain yang dibutuhkan untuk membangun kekuatan Persija Jakarta menghadapi kompetisi musim 2026/27.
Pelatih asal Korea Selatan tersebut menegaskan bahwa aspek mentalitas, semangat juang, serta kesediaan berkorban demi kepentingan tim menjadi faktor utama dalam proses seleksi pemain.
Baca Juga:
Resmi! Persija Jakarta Tunjuk Shin Tae Yong sebagai Pelatih Kepala Baru
Menurut Shin, kualitas teknik dan kemampuan individu memang penting dalam sepak bola modern.
Namun, hal tersebut tidak akan berarti banyak apabila seorang pemain tidak memiliki komitmen penuh untuk bekerja keras dan berjuang bersama tim di atas lapangan.
"Kami butuh pemain yang mau berkorban untuk tim, pemain yang merasa 'siapa saya' dengan pundak kaku (sombong), tidak mau berkorban untuk tim, hanya berdiri diam dan tidak berlari keras di lapangan. Pemain seperti itu tidak akan saya pilih, itulah filosofi saya," ujar Shin dilansir laman Ileague, Kamis 18 Juni 2026.
Baca Juga:
Jadi Pelatih Baru Persija Ditarget Bawa Juara, Ini Kata Shin Tae-yong
Shin menjelaskan bahwa makna pengorbanan dalam sepak bola tidak hanya sebatas menjalankan tugas sesuai posisi.
Seorang pemain harus bersedia membantu rekan setimnya dalam berbagai situasi, termasuk ketika tim sedang kehilangan penguasaan bola.
Ia mencontohkan, seorang pemain yang berposisi sebagai penyerang sekalipun harus memiliki kesadaran untuk ikut membantu pertahanan ketika dibutuhkan.
Baginya, tindakan tersebut merupakan salah satu indikator penting yang menunjukkan loyalitas dan komitmen seorang pemain terhadap tim.
"Maksud dari mau berkorban untuk tim adalah meskipun dia berada di posisi paling depan (striker). Ketika kehilangan bola, dia mau turun sampai ke area penalti kami sendiri untuk melakukan tekel, merebut bola, dan membawanya lagi," ucapnya.
Lebih lanjut, Shin mengakui bahwa intensitas kerja keras seperti itu tidak mungkin dilakukan secara terus-menerus sepanjang pertandingan.
Namun, ia percaya bahwa momen-momen kecil yang memperlihatkan semangat berkorban dapat memberikan dampak besar terhadap kekompakan dan semangat kolektif tim.
"Tentu tidak bisa dilakukan setiap saat. Tapi jika hal seperti itu muncul satu atau dua kali saja demi tim, itu akan membuat seluruh pemain menjadi satu dan berlari keras bersama," ujarnya.
Mantan pelatih Timnas Indonesia itu menilai bahwa membangun tim yang kuat tidak hanya bergantung pada kualitas individu para pemain.
Kesamaan visi, rasa kebersamaan, serta kesadaran untuk berjuang demi kepentingan bersama menjadi elemen yang tak kalah penting dalam membentuk tim yang kompetitif.
Shin juga menekankan bahwa sepak bola modern menuntut kerja kolektif yang tinggi dan intensitas permainan yang konsisten.
Karena itu, setiap pemain yang akan memperkuat Persija harus memiliki etos kerja tinggi, disiplin, serta semangat pengorbanan yang kuat di setiap pertandingan.
Filosofi tersebut menjadi fondasi utama bagi Shin Tae-yong dalam menyusun dan membangun skuad Persija untuk menghadapi musim depan.
Ia ingin menghadirkan tim yang tidak hanya kuat secara kualitas, tetapi juga memiliki identitas permainan yang jelas, solid dalam setiap lini, serta mampu menunjukkan semangat juang tinggi di lapangan.
Dengan dukungan seluruh pemain yang memiliki komitmen yang sama, Shin optimistis Persija dapat tampil lebih kompetitif dan bersaing meraih prestasi terbaik pada musim 2026/27.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]