“Terdapat perusahaan yang mengambil data dan memprosesnya tanpa persetujuan dari pemain,” imbuhnya.
Industri data statistik sepak bola berkembang beberapa tahun belakangan. Keping data yang dikumpulkan pun semakin bervariasi seiring perkembangan analisis sepak bola.
Baca Juga:
Kunjungan Megabintang Ronaldo ke Kupang, Pj Gubernur: Tak Semua Orang Hebat Peduli Sesama
Perusahaan statistik merekam data fisikal seperti tinggi badan, detail performa seperti umpan per pertandingan, hingga permodelan canggih seperti proyeksi gol per tembakan.
Argumen Slade dan tim hukumnya adalah penggunaan data mereka yang tanpa persetujuan menyalahi aturan General Data Protection Regulation (GDPR).
“Ini bertujuan untuk membuat sepak bola, dan olahraga lainnya, sadar akan implikasinya dan apa yang perlu diubah,” kata Slade. [rin]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.