Beberapa insiden tersebut dinilai memunculkan perdebatan mengenai batas kewenangan VAR dalam mengintervensi keputusan wasit di lapangan.
Mengutip Marca, UEFA bersama IFAB akhirnya menyepakati bahwa VAR hanya boleh digunakan apabila terdapat kesalahan yang jelas dan nyata (clear and obvious error) atau ketika wasit melewatkan insiden penting yang semestinya mendapatkan keputusan selama pertandingan berlangsung.
Baca Juga:
Piala Dunia 2026: Edisi Terbesar Sepanjang Sejarah dengan 48 Negara
"VAR bukanlah sistem yang bertugas mengambil alih kepemimpinan pertandingan. Teknologi tersebut hanya berfungsi membantu wasit utama, sementara keputusan akhir tetap berada di tangan pengadil lapangan," kata UEFA dalam keterangan resminya seperti dilansir Marca, Rabu, 29 Juli 2026.
Selain memperjelas batas penggunaan VAR, para pejabat perwasitan juga menyepakati pembatasan durasi proses peninjauan melalui monitor di tepi lapangan (on-field review).
Menurut mereka, pemeriksaan yang berlangsung terlalu lama justru menunjukkan bahwa keputusan awal wasit tidak mengandung kesalahan yang benar-benar jelas sehingga dapat mengurangi kelancaran jalannya pertandingan.
Baca Juga:
Paul Pogba Pimpin 51 Atlet Desak UEFA Larang Israel Tampil di Sepak Bola Internasional
UEFA bersama seluruh federasi nasional anggotanya juga menyetujui penerapan standar yang lebih seragam dalam proses identifikasi pemain pada berbagai insiden pertandingan.
Langkah tersebut mengikuti klarifikasi terbaru yang telah diterbitkan IFAB agar tidak terjadi perbedaan penafsiran dalam penerapan hukum permainan di berbagai kompetisi.
Tidak hanya berfokus pada VAR, UEFA turut memberikan dukungan penuh terhadap sejumlah reformasi aturan lain yang bertujuan mengurangi praktik pemborosan waktu selama pertandingan.