WAHANANEWS.CO, Jakarta - Adam Foote resmi diberhentikan dari jabatannya sebagai pelatih kepala tim Vancouver Canucks pada Rabu, 20 Mei 2026.
Keputusan tersebut diumumkan langsung oleh manajemen klub, meski hingga kini belum ada nama yang dipastikan akan mengisi kursi pelatih utama yang ditinggalkan Foote.
Baca Juga:
FIFA Pastikan Iran Tetap Jadi Peserta Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat
Pergantian ini menjadi bagian dari langkah besar yang tengah dilakukan manajemen baru Canucks di bawah kepemimpinan general manager Ryan Johnson.
Dalam keterangannya, Johnson memberi sinyal bahwa Manny Malhotra menjadi salah satu kandidat kuat untuk menangani tim musim depan.
Saat ini, Malhotra masih bertugas sebagai pelatih tim afiliasi Canucks di kompetisi American Hockey League (AHL).
Baca Juga:
Jepang dan China Melaju ke Semifinal Piala Asia U-17 2026, Arab Saudi Tersingkir
Tak hanya Foote yang harus meninggalkan klub. Manajemen Canucks juga melakukan perombakan di jajaran kepelatihan dengan memberhentikan sejumlah asisten pelatih, yakni Scott Young, Kevin Dean, dan Brett McLean.
Langkah tersebut menunjukkan adanya perubahan besar dalam struktur tim pelatih Vancouver untuk menghadapi musim mendatang.
"Ini bukan hari yang mudah," kata Johnson dikutip dari pernyataan resminya. Meski demikian, ia menegaskan langkah ini bertujuan untuk membangun sesuatu yang baru untuk masa depan klub Vancouver Canucks.
Johnson menilai organisasi membutuhkan arah baru dan keselarasan yang lebih kuat demi menghadapi tantangan pada musim depan maupun jangka panjang.
Ia juga menginginkan suasana baru di ruang pelatih dengan menghadirkan kelompok staf yang dinilai lebih segar dan mampu membawa energi berbeda bagi tim.
“Ini bukan semata soal perubahan atau masa lalu. Tapi lebih kepada membangun sesuatu untuk masa depan," ujarnya melanjutkan.
Terkait peluang Manny Malhotra, Johnson mengaku masih akan melakukan pembicaraan lebih lanjut sebelum mengambil keputusan final.
Manajemen disebut tidak ingin terburu-buru menentukan sosok pengganti Foote maupun menyusun ulang jajaran staf kepelatihan.
Johnson menambahkan bahwa luas atau sempitnya proses pencarian pelatih anyar akan sangat dipengaruhi hasil diskusi dengan Malhotra.
Karena itu, Canucks masih membuka berbagai kemungkinan dalam menentukan arah baru tim.
Di sisi lain, masa depan pelatih kiper Marko Torenius juga masih menjadi perhatian. Torenius diketahui tengah memasuki tahun terakhir dalam kontraknya bersama klub.
Namun, peluang untuk tetap bertahan bersama Canucks pada musim depan masih terbuka cukup besar.
Johnson memastikan pihaknya tetap membuka peluang kerja sama lanjutan dengan Torenius.
Sementara itu, dua petinggi klub lainnya, yakni asisten general manager Emilie Castonguay dan Cammi Granato, dipastikan tetap menjadi bagian dari organisasi Canucks untuk musim mendatang.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]