Keberadaan kuda lokal yang terkenal tangguh, dipadukan dengan bentang alam berupa padang sabana, perbukitan, dan panorama alam yang eksotis, menjadi keunggulan yang sulit ditemukan di daerah lain.
Tradisi pacu kuda di Sumba pun tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat lokal maupun ajang kompetisi olahraga semata. Kegiatan tersebut juga memiliki daya tarik besar sebagai atraksi wisata yang mampu mendatangkan wisatawan dari berbagai daerah hingga luar negeri.
Baca Juga:
Tari Pakarena, Warisan Budaya Sulawesi Selatan yang Sarat Makna Filosofis
Dengan demikian, penyelenggaraan pacu kuda berpotensi meningkatkan popularitas Sumba sebagai destinasi wisata olahraga berbasis budaya.
Menurut Pordasi, olahraga dapat menjadi salah satu penggerak ekonomi daerah apabila dikelola secara profesional dan berkelanjutan.
Setiap penyelenggaraan kejuaraan pacu kuda diyakini mampu memberikan efek berganda terhadap berbagai sektor usaha, mulai dari UMKM, perdagangan, jasa transportasi, hingga industri pariwisata.
Baca Juga:
Terendam Air Laut 3 Abad, Harta Karun Kapal Perang Spanyol Berhasil Diangkat
Kehadiran ribuan peserta, atlet, ofisial, dan penonton dalam setiap penyelenggaraan lomba turut menciptakan perputaran ekonomi yang signifikan.
Sektor perhotelan, penginapan, kuliner, transportasi, serta berbagai usaha masyarakat lokal diperkirakan akan memperoleh manfaat langsung dari meningkatnya aktivitas wisata selama pelaksanaan kejuaraan.
Selain memiliki nilai ekonomi, pacu kuda juga merupakan bagian penting dari identitas budaya masyarakat Sumba.