Tradisi tersebut telah diwariskan lintas generasi dan menjadi salah satu ciri khas Pulau 1000 Kuda yang hingga kini masih terus dilestarikan.
Peluang besar tersebut semakin diperkuat dengan penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII Tahun 2028 di Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat.
Baca Juga:
Tari Pakarena, Warisan Budaya Sulawesi Selatan yang Sarat Makna Filosofis
Dalam ajang olahraga nasional itu, Arena Pacu Kuda Pada Eweta di Waikabubak telah ditetapkan sebagai venue untuk cabang olahraga pacu kuda.
Seiring persiapan menuju PON XXII/2028, Pordasi bersama pemerintah daerah terus melakukan berbagai upaya peningkatan kualitas arena pacu kuda.
Pembenahan lintasan, pembangunan fasilitas pendukung, hingga peningkatan standar keselamatan menjadi fokus utama agar venue memenuhi standar penyelenggaraan kejuaraan secara profesional.
Baca Juga:
Terendam Air Laut 3 Abad, Harta Karun Kapal Perang Spanyol Berhasil Diangkat
Triwatty Marciano menegaskan bahwa pengembangan pacu kuda di Sumba tidak hanya bertujuan mencetak prestasi olahraga, tetapi juga diarahkan sebagai instrumen pembangunan daerah melalui sektor pariwisata dan ekonomi kreatif yang memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat.
Dengan kekayaan budaya, tradisi berkuda yang masih lestari, kualitas kuda lokal, serta panorama alam yang memukau, Pulau Sumba diyakini memiliki peluang besar untuk berkembang sebagai salah satu pusat sport tourism berstandar internasional sekaligus menjadi destinasi unggulan Indonesia di mata dunia.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.