WAHANANEWS.CO, Jakarta - Di antara riuh kabar negeri, datang berita yang menyesakkan dada.
Seorang anak SD di NTT,
diduga mengakhiri hidupnya
karena tak mampu membeli buku dan pulpen.
Baca Juga:
Mengapa DKI Jakarta Masih Memerlukan Obligasi Daerah Meski APBD Sangat Besar? Ini Kata Foke
Sedih ini amat dalam.
Tangan terasa kelu,
tak sanggup menulis panjang lebar.
Kata-kata seakan enggan hadir,
akal pun membeku,
gagal menalar dengan jernih.
Mengapa peristiwa seperti ini
masih terjadi di Nusantara
yang katanya kaya raya?
Mengapa masih banyak rakyat
hidup dalam susah dan derita?
Baca Juga:
Musuh Bangsa Saat Ini Bukan Kolonialisme dan “Londo Ireng”
Mengapa sekolah-sekolah di negeri ini
belum mampu memastikan
buku dan pulpen gratis
bagi setiap siswa sekolah dasar?
Mengapa…
dan kita terus bertanya, mengapa.
Panjang, lebar, tanpa ujung.
Pertanyaan itu terus menggema,
“Mengapa?”
Mengapa?
Mengapa?
Mengapa?