Dalam beberapa tahun terakhir, China secara konsisten menjadi salah satu sumber investasi terbesar bagi Indonesia. Pada 2025, nilai investasi China di Indonesia tercatat mencapai USD7,5 miliar. Jika diakumulasikan dengan nilai investasi dari Hong Kong yang menyentuh angka USD10,6 miliar, total Penanaman Modal Asing (PMA) dari kedua wilayah tersebut menempati peringkat pertama dan menjadi yang terbesar secara nasional.
Selain hubungan investasi yang semakin erat, kemitraan ekonomi Indonesia dan China juga ditopang oleh hubungan perdagangan yang terus tumbuh. China merupakan mitra dagang terbesar Indonesia, dengan komoditas utama ekspor Indonesia antara lain produk mineral, besi dan baja, nikel, minyak nabati, serta bijih logam.
Baca Juga:
JMSI: Masyarakat Pers Asia Perlu Bangun Narasi yang Otentik
Pada 2025, total perdagangan kedua negara mencapai USD167,36 miliar, berdasarkan data dari General Administration of Customs of China (GACC). Sementara itu pada periode Januari-Juni 2026 neraca perdagangan menunjukkan surplus untuk Indonesia sebesar USD5,6 miliar.
Investasi China di Indonesia masih didominasi oleh sektor industri dasar, seperti industri logam dan ketenagalistrikan. Melalui penandatanganan WAICO ini, pemerintah menargetkan adanya lompatan aliran modal yang signifikan ke sektor industri berteknologi tinggi yang mampu memperkuat transformasi ekonomi nasional, meningkatkan produktivitas, serta menciptakan nilai tambah yang lebih besar.
Sebagai tindak lanjut dari upaya tersebut, Menko Airlangga dijadwalkan akan menggelar serangkaian pertemuan bisnis dan promosi investasi secara langsung dengan jajaran pimpinan sejumlah perusahaan teknologi terkemuka China, antara lain ByteDance, Unitree, Deep Robotics, dan FiberHome.
Baca Juga:
Rumor HP AI SpaceX Beredar, Elon Musk Langsung Beri Bantahan
"Pertemuan ini diharapkan menghasilkan peluang kerja sama konkret yang dapat mempercepat pengembangan ekosistem industri teknologi tinggi, memperluas transfer pengetahuan dan teknologi, serta memperkuat daya saing industri nasional," tegas Menko Airlangga.
[Redaktur: Alpredo Gultom]