WAHANANEWS.CO, Jakarta - Fenomena langit langka akan menghampiri Bumi saat asteroid raksasa 99942 Apophis melintas sangat dekat dan berpotensi terlihat langsung tanpa alat bantu pada Minggu (13/4/2029) mendatang.
Peristiwa ini menjadi salah satu momen astronomi paling dinanti karena jarak lintasan asteroid tersebut tergolong sangat dekat dalam skala kosmik.
Baca Juga:
Jangan Lewatkan Fenomena Astronomi Langit Mei 2025: Asteroid Terang hingga Hujan Meteor
"Apophis akan melintas sekitar 32 ribu kilometer dari Bumi," sebut NASA.
Jarak tersebut bahkan lebih dekat dibandingkan sebagian satelit geostasioner serta sekitar 12 kali lebih dekat dari rata-rata jarak Bulan ke Bumi, menjadikannya salah satu pendekatan asteroid terbesar yang pernah diamati dalam sejarah modern.
Fenomena ini juga tergolong sangat jarang terjadi dan hanya muncul sekali dalam kurun waktu yang sangat panjang.
Baca Juga:
Langit Mei 2025, Parade Fenomena Astronomi yang Sayang untuk Dilewatkan
Menariknya, wilayah belahan Bumi timur memiliki peluang besar untuk menyaksikan langsung kejadian ini jika kondisi cuaca mendukung.
"Astreroid ini cukup terang sehingga dapat diamati tanpa teleskop atau teropong," ujar para astronom.
Asteroid Apophis pertama kali ditemukan pada 2004 dan sempat masuk dalam kategori objek berpotensi berbahaya karena diperkirakan memiliki peluang menabrak Bumi pada beberapa periode, yakni 2029, 2036, dan 2068.
Namun, hasil pengamatan lanjutan menggunakan teleskop optik dan radar berbasis darat memastikan bahwa asteroid tersebut tidak memiliki risiko tumbukan dengan Bumi setidaknya dalam 100 tahun ke depan.
"Apophis tidak memiliki risiko menabrak Bumi setidaknya selama 100 tahun ke depan," tegas ilmuwan.
Meski aman dari ancaman tabrakan, gaya gravitasi Bumi saat lintasan dekat ini diperkirakan dapat sedikit mengubah orbit Apophis mengelilingi Matahari.
Perubahan tersebut tidak meningkatkan potensi bahaya, namun justru membuka peluang besar bagi para ilmuwan untuk mempelajari struktur dan karakteristik asteroid secara lebih mendalam.
Apophis sendiri merupakan sisa material pembentukan awal tata surya sekitar 4,6 miliar tahun lalu yang tidak berkembang menjadi planet atau satelit alami.
Ukuran asteroid ini diperkirakan memiliki diameter rata-rata sekitar 340 meter dengan panjang maksimal lebih dari 450 meter.
Pendekatan langka ini juga akan dimanfaatkan berbagai lembaga antariksa dunia untuk penelitian lanjutan terhadap asteroid tersebut.
"NASA telah mengalihkan jalur wahana antariksa untuk bertemu Apophis setelah flyby 2029," ungkap peneliti.
Selain itu, Badan Antariksa Eropa juga tengah menyiapkan misi khusus guna mengkaji permukaan dan struktur asteroid tersebut secara lebih detail.
Setelah melintasi Bumi pada 2029, Apophis akan masuk dalam kategori asteroid Apollo, yakni kelompok asteroid yang orbitnya memotong orbit Bumi namun tetap mengelilingi Matahari dalam lintasan lebih luas.
[Redaktur: Rinrin Khaltarina]