WAHANANEWS.CO, Jakarta - Isu mencampur bensin dengan minyak kayu putih demi menghemat BBM kembali mencuat, namun ahli justru memberi peringatan keras soal dampaknya terhadap mesin kendaraan.
Di tengah potensi kenaikan harga bahan bakar minyak, para pemilik sepeda motor didorong untuk mencari cara lebih efisien dalam penggunaan BBM, termasuk melalui berbagai eksperimen yang beredar di masyarakat.
Baca Juga:
Di tengah Pemukiman, ini Dia Lokasi Gudang BBM Ilegal Diduga PT ASR
Salah satu anggapan yang ramai diperbincangkan adalah mencampur bensin dengan minyak kayu putih agar konsumsi bahan bakar menjadi lebih hemat.
Anggapan tersebut kemudian diluruskan oleh kalangan akademisi untuk memastikan apakah klaim tersebut benar secara ilmiah atau hanya sekadar mitos.
Tri Yuswidjajanto Zaenuri, ahli konversi energi dari Fakultas Teknik dan Dirgantara Institut Teknologi Bandung (ITB), menyatakan bahwa penggunaan minyak kayu putih sebagai campuran BBM justru berpotensi menurunkan performa mesin.
Baca Juga:
Mahyeldi Sambut Baik Kebijakan Pemerintah Pusat Jaga Stabilitas Harga BBM
"Minyak kayu putih memang sudah lama memiliki isu meningkatkan oktan dan bikin irit. Tapi karakternya yang kesat berpotensi mengurangi lubricity bahan bakar," ujar Prof. Yus, melansir Motor Plus, Rabu (8/4/2026).
Ia menjelaskan bahwa sifat minyak kayu putih yang tidak mendukung pelumasan dapat berdampak negatif terhadap kinerja mesin dalam jangka panjang.
"Jadi kalau saya lihat kemungkinan malah mengurangi kemampuan bahan bakar untuk melumasi jika digunakan jangka panjang," sambungnya.
Menurutnya, efek yang dirasakan pengguna kemungkinan hanya bersifat sementara dan lebih kepada sugesti daripada peningkatan performa yang nyata.
"Sebenarnya efeknya kecil, jadi orang itu hanya tersugesti bahwa saya menggunakan itu (minyak kayu putih) menjadi lebih enak," jelas Prof. Yus.
Meski demikian, terdapat penelitian akademik yang sempat menguji campuran minyak kayu putih sebagai aditif BBM pada kendaraan bermotor.
Penelitian tersebut dilakukan oleh mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Islam Malang dengan judul 'Pengaruh campuran minyak kayu putih pada Pertalite terhadap kinerja motor bensin Honda Supra X 125 R'.
Dalam hasil penelitian itu disebutkan bahwa penambahan sekitar 4 ml minyak kayu putih dalam 1 liter bensin dapat meningkatkan performa mesin sekaligus menurunkan konsumsi bahan bakar.
Namun demikian, Prof. Yus menegaskan bahwa hasil tersebut belum cukup untuk dijadikan acuan umum karena belum melalui pengujian dalam jangka panjang.
"Saya cari belum ada penelitian itu untuk jarak tempuh panjang, jadi paling tidak tiga kali penggantian oli," ungkap Yus.
Ia mengingatkan bahwa potensi keausan mesin bisa menjadi risiko serius jika penggunaan campuran tersebut dilakukan terus-menerus tanpa kajian mendalam.
"Tapi apakah dalam jangka panjang akan irit, kalau menyebabkan keausan pada mesin justru setelah tiga kali ganti oli akan turun artinya mesin kendaraan kita akan lebih cepat aus," tutupnya.
[Redaktur: Rinrin Khaltarina]