WAHANANEWS.CO, Jakarta - Banyak pengguna mobil listrik terkejut ketika daya baterai justru terkuras lebih cepat saat melaju di jalan tol, mematahkan anggapan bahwa kecepatan konstan selalu identik dengan efisiensi tinggi.
Fenomena ini kerap memicu perdebatan di kalangan pengguna pemula yang mengira karakter mobil listrik sama seperti kendaraan bermesin pembakaran internal dalam hal konsumsi energi.
Baca Juga:
Bareskrim Ungkap Kronologi Penangkapan Andre Fernando di Penang
Banyak pemilik kendaraan bertenaga baterai terkejut saat mendapati persentase daya merosot jauh lebih cepat dibandingkan saat berkendara di kemacetan kota yang padat.
Secara teknis, motor listrik memiliki karakteristik yang berbeda dari mesin bensin, terutama dalam pengelolaan energi pada berbagai kondisi kecepatan.
Mobil konvensional biasanya mencapai efisiensi optimal pada kecepatan stabil di gigi tertinggi, sedangkan mobil listrik justru menghadapi tantangan besar akibat hukum fisika serta penggunaan transmisi tunggal.
Baca Juga:
Menteri HAM Minta Proses Hukum Kasus Andrie Yunus Digelar Terbuka
Melaju dengan kecepatan konstan seharusnya memberikan efisiensi yang lebih baik, sebagaimana karakter mesin pembakaran internal pada umumnya.
Salah satu faktor utama yang memengaruhi borosnya konsumsi energi mobil listrik di jalan tol adalah hambatan aerodinamis yang meningkat drastis seiring kenaikan kecepatan kendaraan.
Ketika kecepatan kendaraan meningkat dua kali lipat, hambatan udara yang dihadapi tidak hanya naik dua kali, melainkan bisa meningkat hingga empat kali lipat sesuai hukum kuadrat kecepatan.