WAHANANEWS.CO, Jakarta - Bulan Februari 2026 tercatat sebagai salah satu periode paling padat dalam kalender astronomi dunia.
Sepanjang bulan yang hanya berlangsung 28 hari ini, langit menyuguhkan beragam fenomena langit penting yang dapat diamati dari berbagai wilayah di Bumi.
Baca Juga:
Awan Hitam Bikin Geger Warga Subang, DLH Ungkap Dugaan Mengejutkan
Rangkaian peristiwa astronomi tersebut melibatkan interaksi Bulan, Matahari, serta pergerakan sejumlah planet di Tata Surya.
Fenomena-fenomena ini menarik perhatian para astronom dan pengamat langit karena waktu terjadinya yang berdekatan serta puncaknya yang telah dapat diprediksi secara akurat.
Berdasarkan kalender astronomi internasional, Februari 2026 akan diwarnai oleh bulan purnama, hujan meteor, gerhana Matahari cincin, hingga parade planet yang jarang terjadi.
Baca Juga:
Fenomena Langit Paling Ditunggu, Gerhana Total Siap Lintasi 3 Benua pada 2027
Berikut rangkuman fenomena langit utama yang menghiasi langit sepanjang Februari 2026.
- Snow Moon, 2 Februari 2026
Fenomena pembuka bulan ini adalah Snow Moon yang mencapai fase purnama pada 2 Februari 2026.
Pada fase ini, Bulan tampak bulat sempurna akibat posisinya yang sejajar dengan Matahari dan Bumi.
Istilah Snow Moon berasal dari penamaan tradisional masyarakat di belahan Bumi utara yang mengaitkannya dengan puncak musim dingin dan intensitas salju yang tinggi.
Bulan purnama ini dapat disaksikan hampir di seluruh wilayah dunia tanpa bantuan alat optik.
- Hujan Meteor Alpha Centaurid, 8 Februari 2026
Fenomena selanjutnya adalah hujan meteor Alpha Centaurid yang mencapai puncaknya pada 8 Februari 2026.
Dalam kondisi langit cerah dan minim polusi cahaya, pengamat dapat melihat sekitar enam meteor per jam melintas di langit.
Hujan meteor ini paling ideal diamati dari belahan Bumi selatan karena titik radiasinya berada di rasi Centaurus.
Peristiwa ini terjadi saat Bumi melintasi sisa-sisa debu kosmik yang ditinggalkan oleh benda langit di orbitnya.
- Gerhana Matahari Cincin, 17 Februari 2026
Peristiwa astronomi besar berikutnya adalah gerhana Matahari cincin yang terjadi pada 17 Februari 2026.
Pada fenomena ini, Bulan menutupi sebagian besar permukaan Matahari, namun masih menyisakan cincin cahaya terang di bagian tepinya.
Gerhana Matahari cincin tersebut hanya dapat diamati di wilayah tertentu, meliputi Antarktika serta sebagian kawasan Amerika Selatan dan Afrika.
Indonesia tidak termasuk dalam jalur pengamatan sehingga fenomena ini tidak dapat disaksikan secara langsung dari Tanah Air.
- Parade Enam Planet, 28 Februari 2026
Menjelang akhir bulan, langit malam akan menampilkan parade enam planet pada 28 Februari 2026.
Planet-planet yang terlibat dalam peristiwa ini antara lain Merkurius, Venus, Saturnus, Jupiter, Uranus, dan Neptunus.
Beberapa planet dapat terlihat dengan mata telanjang, sementara planet lain memerlukan bantuan teleskop untuk pengamatan yang lebih jelas.
Fenomena ini terjadi akibat posisi orbit planet-planet yang tampak sejajar dari sudut pandang Bumi.
Selain empat peristiwa utama tersebut, Februari 2026 juga diramaikan oleh sejumlah fenomena tambahan, seperti konjungsi Bulan dengan beberapa planet serta elongasi maksimum Merkurius.
Peristiwa-peristiwa ini turut menambah daya tarik pengamatan langit malam.
Rangkaian fenomena astronomi tersebut menjadikan Februari 2026 sebagai momen yang tepat bagi masyarakat untuk kembali menikmati keindahan langit malam, sekaligus memperdalam pemahaman mengenai dinamika dan keteraturan pergerakan benda-benda langit di Tata Surya.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]