WAHANANEWS.CO, Jakarta - Persaingan industri chipset atau prosesor smartphone diprediksi semakin memanas memasuki tahun 2026.
Dua pemain utama, Qualcomm dengan lini Snapdragon dan MediaTek melalui seri Dimensity, masih menjadi penguasa pasar dengan inovasi performa yang terus berkembang dari generasi ke generasi.
Baca Juga:
PLN–GGGI Teken Kerja Sama Karbon di COP30, Indonesia Siap Perluas Perdagangan Emisi Bebasis Teknologi
Tak heran jika banyak pengguna smartphone Android masih membandingkan keduanya untuk kebutuhan seperti gaming, multitasking, hingga fotografi.
Dalam beberapa tahun terakhir, Snapdragon dikenal sebagai standar chipset untuk ponsel Android kelas flagship.
Namun dominasi tersebut mulai mendapat tantangan serius dari MediaTek. Produsen asal Taiwan itu kini berhasil menghadirkan chipset Dimensity yang mampu bersaing, bahkan digunakan pada sejumlah perangkat premium terbaru. Kondisi ini membuat peta persaingan chipset tidak lagi sepihak.
Baca Juga:
Rusia Luncurkan Pasukan Sistem Nirawak, Fokus pada Perang Drone dan Teknologi Otomatis
Oleh karena itu, bagi Sahabat Yoursay yang berencana membeli ponsel Android kelas atas, penting untuk memahami perbedaan Snapdragon dan Dimensity.
Mengacu pada ulasan dari laman Gizmochina, berikut lima perbandingan utama yang bisa dijadikan bahan pertimbangan.
1. Performa CPU
Snapdragon seri 8 Gen terbaru dikenal memiliki performa yang stabil saat digunakan untuk aktivitas berat.
Kemampuan multi-core yang kuat membuat chipset ini andal untuk multitasking dan gaming, sekaligus tetap menjaga efisiensi daya baterai.
Sementara itu, Dimensity seri 8000 hingga 9000 menunjukkan peningkatan signifikan pada performa single-core.
Hal ini membuat pengalaman penggunaan aplikasi harian terasa lebih cepat dan responsif.
2. Performa Gaming
Snapdragon dibekali GPU Adreno generasi terbaru yang mampu menghadirkan frame rate stabil serta pengelolaan suhu yang lebih baik saat memainkan game dengan grafis tinggi.
Di sisi lain, Dimensity tetap menawarkan performa gaming yang kompetitif, khususnya pada seri 9200 dan 9300 ke atas.
Namun, performanya cenderung menurun lebih cepat jika digunakan untuk sesi gaming berat dalam waktu lama.
3. Sektor Kamera
Dalam urusan fotografi mobile, Snapdragon masih menjadi favorit banyak produsen flagship.
Pemrosesan warna yang lebih natural, stabilisasi gambar yang halus, serta kemampuan fotografi malam yang lebih bersih menjadi keunggulan utama.
Dimensity juga terus berbenah dengan peningkatan teknologi AI kamera, terutama untuk smartphone kelas menengah, dengan pemrosesan gambar yang cepat dan efisien.
4. Konektivitas Jaringan
Snapdragon unggul dalam hal stabilitas modem dan jangkauan sinyal, sehingga cocok untuk pengguna yang membutuhkan koneksi konsisten.
Sementara Dimensity menawarkan efisiensi daya yang lebih baik, khususnya bagi pengguna yang aktif berada di jaringan 5G sepanjang hari.
5. Harga dan Ketersediaan Perangkat
Perangkat yang menggunakan Snapdragon umumnya diposisikan pada segmen flagship atau menengah atas dengan harga relatif premium.
Sebaliknya, Dimensity hadir dengan performa mendekati flagship namun dibanderol dengan harga lebih terjangkau, menjadikannya pilihan populer di segmen mid-range hingga upper mid-range.
Sebagai kesimpulan, baik Snapdragon maupun Dimensity sama-sama menawarkan keunggulan di kelasnya masing-masing. Pilihan terbaik tetap bergantung pada kebutuhan dan prioritas pengguna.
Ke depan, smartphone yang dirilis pada tahun 2026 diperkirakan akan semakin memperketat persaingan antara dua raksasa chipset ini.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]