WAHANANEWS.CO, Jakarta - Di tengah suhu musim panas yang semakin ekstrem, Jepang memperkenalkan cara tak biasa untuk mendinginkan tubuh manusia, yakni dengan menghadirkan bilik pendingin khusus yang dijuluki sebagai "kulkas manusia" guna menekan risiko sengatan panas.
Lonjakan temperatur yang terus terjadi selama musim panas mendorong banyak perusahaan di Jepang berlomba menghadirkan inovasi baru untuk membantu masyarakat menghadapi cuaca yang semakin menyengat.
Baca Juga:
Badai Tropis Mengancam Jepang, 120 Penerbangan Langsung Dibatalkan
Salah satu inovasi tersebut adalah Do Hiemon Box, sebuah bilik pendingin berkapasitas satu orang yang dirancang untuk memberikan sensasi dingin dalam waktu singkat sekaligus membantu menurunkan suhu tubuh penggunanya.
Sekilas, bentuk Do Hiemon Box menyerupai kulkas berukuran besar atau mesin penjual otomatis (vending machine) yang banyak dijumpai di berbagai sudut kota di Jepang.
Perangkat tersebut dikembangkan oleh produsen mesin pendingin dan vending machine asal Jepang, SDRS, kemudian dipasarkan melalui distributor peralatan industri Trusco Nakayama sebagaimana dilaporkan Sora News24 pada Sabtu (18/7/2026).
Baca Juga:
Jepang Naikkan Biaya Visa 5 Kali Lipat Mulai Juli 2026, Turis RI Terdampak
Bagian dalam bilik pendingin ini dipertahankan pada suhu sekitar 15 derajat Celsius sehingga pengguna langsung merasakan udara sejuk begitu memasuki ruang tersebut.
Saat pengguna duduk di kursi yang tersedia, sistem pendingin akan mengembuskan udara bersuhu sekitar 5 derajat Celsius ke arah kepala, leher, bahu, hingga punggung.
Sirkulasi udara dingin tersebut dirancang untuk mempercepat proses penurunan suhu tubuh sehingga efek pendinginan dapat dirasakan hanya dalam beberapa menit.
Perusahaan pengembang mengklaim bahwa penurunan suhu tubuh yang cukup signifikan dapat diperoleh hanya dalam waktu sekitar lima menit penggunaan.
Menghabiskan waktu sekitar 10 menit di dalam bilik pendingin itu juga disebut mampu membantu meredakan gejala kelelahan akibat paparan panas ekstrem atau heat exhaustion dengan cara mempercepat pendinginan tubuh.
Keberadaan Do Hiemon Box dinilai sangat bermanfaat bagi pekerja yang setiap hari harus beraktivitas di lingkungan bersuhu tinggi.
Lokasi seperti proyek konstruksi, kawasan industri, gudang logistik, hingga area penyelenggaraan acara luar ruangan menjadi sasaran utama penggunaan perangkat tersebut.
Selain menawarkan pendinginan cepat, Do Hiemon Box juga dibekali tiga pilihan pengaturan aliran udara dan tingkat pendinginan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan pengguna sebagaimana dilaporkan Azernews pada Minggu (19/7/2026).
Sebagai langkah pengamanan, sistem pada bilik akan menghentikan operasinya secara otomatis setelah digunakan selama 20 menit agar tubuh tidak mengalami pendinginan secara berlebihan.
Dari sisi konsumsi energi, perangkat ini diklaim lebih efisien karena hanya membutuhkan sekitar separuh daya listrik dibandingkan pendingin udara spot konvensional.
Keunggulan lain yang ditawarkan adalah proses pemasangan yang sederhana tanpa memerlukan instalasi khusus sebelum digunakan.
Do Hiemon Box dapat ditempatkan di dalam maupun luar ruangan sesuai kebutuhan pengguna.
Perangkat tersebut juga dilengkapi roda pada bagian bawah sehingga mudah dipindahkan dari satu lokasi ke lokasi lainnya.
Produk inovatif ini telah dipasarkan sejak April 2026 dan mulai diuji coba di sejumlah fasilitas publik di Jepang.
Salah satu unit bahkan telah disumbangkan ke Kantor Wali Kota Maebashi di Prefektur Gunma.
Masyarakat yang datang ke kantor pemerintahan tersebut dapat memanfaatkan bilik pendingin secara cuma-cuma selama jam operasional apabila merasa kepanasan.
Kemunculan Do Hiemon Box dinilai hadir pada saat yang tepat mengingat Jepang tengah menghadapi gelombang panas yang semakin ekstrem.
Pemerintah Jepang bahkan memperkenalkan istilah baru untuk menggambarkan hari-hari ketika suhu udara melampaui 40 derajat Celsius.
Peningkatan suhu yang terjadi turut memicu lonjakan kasus heatstroke di berbagai wilayah.
Sebanyak 48 orang dilaporkan harus menjalani perawatan di rumah sakit akibat heatstroke di Tokyo hanya dalam satu hari, yakni Rabu (15/7/2026).
Situasi tersebut mendorong pemerintah daerah dan pelaku industri mencari berbagai solusi inovatif guna melindungi masyarakat serta para pekerja dari ancaman suhu ekstrem.
Saat ini, satu unit standar Do Hiemon Box dipasarkan dengan harga sekitar 1,5 juta yen atau setara kurang lebih Rp146 juta di luar pajak.
Meski masih menyasar kalangan perusahaan, institusi, dan organisasi, perangkat tersebut dinilai memiliki peluang besar menjadi fasilitas umum yang semakin banyak dijumpai apabila suhu musim panas di Jepang terus mengalami peningkatan.
Apabila tren cuaca panas terus berlanjut, bukan tidak mungkin keberadaan "kulkas manusia" akan menjadi pemandangan yang sama lazimnya dengan vending machine yang selama ini identik dengan Jepang.
[Redaktur: Elsya Tri Ahaddini]