Kedua, pertanyaan yang diajukan Gates adalah apakah dunia mampu memprioritaskan inovasi yang meningkatkan kesetaraan. Ia menilai AI memiliki potensi besar dalam mendorong terobosan pengobatan, termasuk untuk Alzheimer, kanker, malaria, hingga masalah gizi di negara berkembang.
Di bidang pendidikan, Gates percaya AI dapat berperan sebagai tutor personal yang kualitasnya setara guru terbaik. Teknologi ini diyakini mampu memberikan pembelajaran yang disesuaikan dengan kebutuhan siswa lintas wilayah dan tingkat pendapatan.
Baca Juga:
BPOM Nyatakan Vaksin TBC Bill Gates Aman dan Lolos Uji Klinis Awal
Gates juga mengaitkan isu lingkungan dengan kesetaraan global. Ia menilai perubahan iklim berpotensi memperparah penderitaan masyarakat miskin, sejajar dengan kemiskinan dan penyakit menular.
Meski sebelumnya sempat mendorong pengalihan sebagian dana riset iklim ke isu kemiskinan dan kesehatan, Gates menegaskan komitmennya untuk meningkatkan investasi di sektor iklim. Ia menilai AI juga dapat membantu sektor pertanian di negara berkembang melalui rekomendasi yang lebih akurat dan tanaman yang lebih adaptif terhadap pemanasan global.
Ketiga adalah pertanyaan menyangkut bagaimana dunia meminimalkan dampak negatif AI. Gates menggarisbawahi dua risiko utama, yakni penyalahgunaan AI oleh pihak jahat dan disrupsi terhadap pasar tenaga kerja.
Baca Juga:
Bill Gates Umumkan Akan Sumbangkan 99 Persen Hartanya, Tak Mau Mati dalam Kekayaan
Ia menekankan perlunya peran aktif pemerintah dan industri teknologi dalam mengatur pengembangan dan penerapan AI. Meski demikian, Gates menolak anggapan bahwa AI akan merusak masa depan pekerja secara masif dan justru melihat peluang pembagian kerja yang lebih manusiawi.
Optimisme Gates didasari dua kemampuan utama manusia, yakni kemampuan mengantisipasi masalah dan kepedulian terhadap sesama. Menurutnya, selama kedua nilai tersebut terus dijaga, masa depan dunia masih memiliki peluang besar untuk mencatat kemajuan nyata.
[Redaktur: Alpredo Gultom]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.