WAHANANEWS.CO, Tangerang - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) rencana implementasi mandatori campuran Bahan Bakar Minyak (BBM) dengan biodiesel 50% atau B50 pada Juli 2026 bisa mendorong Indonesia berhenti atas ketergantungan impor solar.
Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (Dirjen EBTKE) Kementerian ESDM Eniya Listiani Dewi mengatakan bahwa peningkatan kadar campuran minyak sawit tersebut akan mengalihkan kebutuhan solar ke produksi dalam negeri. Dia menyebutkan pemerintah tengah merampungkan uji teknis penggunaan B50 di lapangan.
Baca Juga:
Polresta Jambi Tangkap 3 Orang Pelaku Tindak Pidana Narkotika, Amankan BB Sabu 56 Paket
"Sebelumnya sekarang yang sedang berjalan adalah 40%, dan Juli mendatang kita akan meningkatkannya menjadi 50% sehingga kita bisa mencapai situasi di mana kita tidak lagi mengimpor minyak solar lagi," ujar Eniya dalam acara The 50th IPA Convention & Exhibition (Convex) di ICE BSD, Tangerang, Kamis (21/5/2026).
Kelak, kebijakan mandatori tersebut akan diberlakukan secara serentak di seluruh sektor pengguna mesin diesel di Indonesia. Tujuannya untuk menghindari kesulitan dari sisi infrastruktur.
"Insyaallah sesuai dengan arahan bisa 1 Juli. Semua sektor B50 jadi tidak ada yang 40 terus 50 begitu itu infrastrukturnya malah kesusahan sehingga mulainya serentak. Semua sektor di Indonesia," katanya saat ditemui di sela acara.
Baca Juga:
Polda Jambi Gelar Upacara PTDH, Empat Personel Diberhentikan Tidak Dengan Hormat
Dari uji yang dilakukan sejauh ini, hasilnya menunjukkan bahwa penggunaan B50 menunjukkan performa mesin tetap terjaga dengan baik. Bahkan, pihaknya mencatat efisiensi pada komponen kendaraan seperti filter mesin yang memiliki masa pakai lebih lama dibandingkan saat menggunakan bahan bakar sebelumnya.
"Mostly yang hasil uji sampai 50.000 ataupun ini itu melampaui spesifikasi yang ada. Maksudnya gini kalau dipasang filter harus 10.000 harus ganti ternyata dia sampai 30.000 nggak ganti gitu. Saya laporkan ke pak menteri juga apa adanya dan ini bagus FAME 50% itu," jelasnya.
Selain ketahanan komponen, pemerintah juga telah memastikan keandalan mesin di wilayah bersuhu rendah melalui pengujian di kawasan Bromo. Hasil pemantauan membuktikan bahwa campuran biodiesel tingkat tinggi ini tetap responsif saat mesin dinyalakan dalam kondisi dingin.