"Pada prinsipnya ini aman digunakan untuk kendaraan," lanjutnya.
Ke depan, BRIN membuka peluang kerja sama yang lebih luas dengan pemerintah daerah, masyarakat, hingga sektor industri untuk memperbanyak pemanfaatan teknologi tersebut.
Baca Juga:
Pegunungan Papua Simpan Harta Karun Raksasa, BRIN dan TNI Temukan Cadangan Emas
"BRIN membuka banyak opsi terkait inovasi atau teknologi yang bisa dikerjasamakan dengan daerah melalui kolaborasi dengan masyarakat, pemerintah daerah, maupun industri. Salah satunya mesin pirolisis untuk menanggulangi permasalahan sampah ini," ujar dia.
Sementara itu, Bupati Bantul Abdul Halim Muslih menilai inovasi tersebut dapat menjadi jawaban atas dua persoalan sekaligus, yakni penanganan sampah dan penyediaan energi alternatif.
"Bahan bakar yang dihasilkan setara solar dengan kualitas yang bagus. Ini akan menjawab persoalan sampah yang selama ini kita hadapi," kata Halim.
Baca Juga:
Kolaborasi UI-Tsinghua Diperkuat, Pemerintah Targetkan Vaksin Dengue Buatan Indonesia
Ia mengungkapkan, Kabupaten Bantul menghasilkan sekitar 600 ton sampah setiap hari dan sekitar 30% di antaranya berupa sampah plastik. Dengan jumlah tersebut, potensi pemanfaatan sampah menjadi bahan bakar dinilai sangat besar.
Melalui kolaborasi antara BRIN, pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat, Petasol diharapkan dapat menjadi model pengelolaan sampah terpadu yang bisa direplikasi di berbagai daerah. Inovasi ini juga menjadi contoh hilirisasi hasil riset yang mampu menghadirkan solusi nyata bagi persoalan lingkungan sekaligus mendukung ekonomi sirkular di Indonesia.
[Redaktur: Alpredo Gultom]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.