Bahkan proses percobaan ini dilakukan lebih dari 200 kali kepada setiap sukarelawan.
Hasil dari pemindaian itu, dicatat dan dikategorisasikan.
Baca Juga:
Ganguan di Selat Hormuz Tekan Kinerja Ekspor Karet Sumut
Misalnya, rumah, hotel, dan bangunan dimasukkan dalam kategori struktur.
Setelah itu kembali alat pemindai bekerja namun para sukarelawan itu dalam keadaan sadar alias tidak tidur.
Mereka diminta menonton gambar rekaman alat MRI terhadap mimpi mereka yang muncul di layar komputer.
Baca Juga:
Presiden Prabowo di Depan Investor Jepang: RI Akan Gencarkan Kendaraan Listrik
Cara ini bertujuan agar para sukarelawan dapat melihat pola-pola khusus dalam aktivitas otak yang berhubungan dengan gambar-gambar visual yang muncul di layar.
Yukiyasu Kamitani, seorang peneliti senior di laboratorium menjelaskan bahwa pihaknya setidaknya berhasil memecahkan beberapa jenis mimpi dengan tingkat keberhasilan tinggi, meski belum 100 persen akurat.
Akurasi alat ini dalam merekam mimpi para sukarelawan sekitar 60-70 persen.