WAHANANEWS.CO, Jakarta - Modus penipuan digital yang semakin canggih membuat WhatsApp menyiapkan senjata baru untuk melindungi penggunanya dari pesan-pesan mencurigakan yang datang dari nomor tak dikenal.
Platform pesan instan milik Meta tersebut diketahui tengah mengembangkan fitur baru bernama Scam Alert yang dirancang untuk memberikan peringatan dini ketika pengguna menerima pesan yang diduga mengandung unsur penipuan.
Baca Juga:
Fakta Sejarah yang Jarang Diketahui: Babi Pernah Mendominasi Meja Makan Orang Arab
Keberadaan fitur tersebut pertama kali ditemukan oleh WABetaInfo dalam WhatsApp beta untuk Android versi 2.26.22.2 yang saat ini tersedia melalui Google Play Store.
Meski demikian, fitur Scam Alert masih berada dalam tahap pengembangan sehingga belum dapat digunakan oleh para penguji beta maupun pengguna umum.
Berdasarkan informasi yang diungkap WABetaInfo, fitur ini akan bekerja dengan cara memantau pesan yang masuk dari nomor yang tidak tersimpan atau tidak dikenal oleh pengguna.
Baca Juga:
Jangan Terlewat, Seleksi Anggota Badan Supervisi OJK Dibuka Sampai 12 Juni 2026
Apabila sistem mendeteksi adanya pola atau indikasi yang mencurigakan, WhatsApp akan menampilkan peringatan secara langsung di dalam ruang percakapan.
Proses analisis tersebut diklaim tetap menjaga privasi pengguna karena seluruh pemeriksaan dilakukan langsung di perangkat tanpa mengirim isi pesan ke server eksternal.
Dengan demikian, perlindungan enkripsi end-to-end yang selama ini menjadi salah satu keunggulan WhatsApp tetap dipertahankan.
Pengguna lain juga tidak akan mengetahui apakah seseorang mengaktifkan fitur Scam Alert atau tidak karena sistem bekerja secara diam-diam di latar belakang tanpa mengubah pengalaman penggunaan aplikasi.
Ketika fitur mendeteksi pesan yang dianggap berisiko, sebuah peringatan khusus akan muncul di dalam ruang obrolan.
"Ini mungkin penipuan."
Peringatan tersebut tidak secara otomatis memblokir pengirim maupun menghapus pesan yang diterima karena WhatsApp hanya memberikan informasi tambahan agar pengguna dapat mengambil keputusan sendiri.
Setelah notifikasi muncul, pengguna akan diberikan dua pilihan tindakan yang dapat dilakukan sesuai kebutuhan.
Pilihan pertama adalah memblokir dan melaporkan nomor tersebut kepada WhatsApp, sedangkan pilihan kedua adalah tetap mempercayai pesan tersebut dan melanjutkan percakapan seperti biasa.
Dilaporkan WABetaInfo pada Sabtu (6/6/2026), fitur ini juga akan dilengkapi dengan sistem transparansi yang memungkinkan pengguna mengetahui kapan serta bagaimana Scam Alert aktif di perangkat mereka.
Data transparansi tersebut akan disimpan secara lokal di perangkat pengguna dan tidak akan dibagikan kepada WhatsApp maupun pihak lain.
Kehadiran log aktivitas tersebut diharapkan dapat memberikan kontrol yang lebih besar kepada pengguna terkait penggunaan fitur keamanan baru ini.
Hal lain yang cukup menarik adalah Scam Alert tidak akan langsung aktif secara otomatis setelah tersedia untuk publik.
WhatsApp memilih menjadikan fitur tersebut sebagai fitur opsional sehingga pengguna harus mengaktifkannya sendiri melalui menu pengaturan apabila ingin memperoleh perlindungan tambahan dari pesan-pesan yang berpotensi mengandung unsur penipuan.
Sampai saat ini, WhatsApp masih belum mengumumkan jadwal resmi peluncuran Scam Alert untuk seluruh pengguna di berbagai negara.
Meski begitu, kehadiran fitur tersebut menunjukkan bahwa ancaman penipuan digital kini menjadi perhatian serius dan mendorong platform teknologi untuk menghadirkan perlindungan yang semakin canggih bagi penggunanya.
[Redaktur: Rinrin Khaltarina]