WAHANANEWS.CO, Jakarta - Proses panjang penyusunan regulasi kebudayaan di Jawa Barat kini mendekati garis akhir, menandai langkah konkret pemerintah daerah dalam memperkuat identitas budaya di tengah arus modernisasi.
Anggota Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat George Edwin Sugiharto mengungkapkan bahwa Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pemajuan Kebudayaan Jawa Barat yang mulai digarap sejak 2025 kini telah memasuki tahap finalisasi.
Baca Juga:
Dugaan Pemerasan Terungkap, KPK Dalami Uang Pendaftaran Perangkat Desa
Sabtu (04/04/2026) -- Ia menjelaskan bahwa pembahasan raperda tersebut telah berlangsung melalui panitia khusus (pansus) yang dibentuk bersama antara legislatif dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
“Saya kira tinggal finalisasi naskah raperda saja,” kata George saat dikonfirmasi di Cirebon.
Menurutnya, penyusunan raperda ini menjadi bukti keseriusan pemerintah daerah dalam menjaga serta melestarikan akar kebudayaan lokal.
Baca Juga:
Iran Klaim Tahan Pilot, AS Akui Jet Tempurnya Ditembak Jatuh
Ia menambahkan bahwa sebenarnya regulasi terkait kebudayaan telah ada sebelumnya, namun diperlukan penguatan agar implementasinya lebih tajam dan efektif.
“Sebetulnya sudah ada peraturan-peraturannya, tapi ini mempertajam kembali untuk kita melestarikan budaya,” ujarnya.
George menilai kebudayaan merupakan elemen penting yang mencerminkan identitas dan jati diri bangsa sehingga harus dijaga secara berkesinambungan.
Ia juga menyoroti peran strategis Cirebon sebagai daerah yang memiliki nilai historis tinggi serta kontribusi besar terhadap perkembangan budaya di Jawa Barat.
“Cirebon ini bukan hanya jati diri Cirebon dan Jabar, tapi ini kan jati diri bangsa, karena Cirebon adalah sejarah tua,” ucapnya.
Dengan hadirnya raperda tersebut, ia berharap pelestarian budaya di Jawa Barat, termasuk di Cirebon, dapat dilakukan secara lebih terarah, sistematis, dan berkelanjutan.
Ia menambahkan bahwa penguatan regulasi ini diharapkan mampu mendorong keterlibatan berbagai pihak dalam menjaga warisan budaya.
Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan menilai keberagaman budaya merupakan kekuatan strategis dalam menjaga identitas daerah sekaligus menopang peradaban nasional.
“Semua aspek budaya harus dilindungi negara seluas-luasnya, bukan hanya yang dianggap unggulan,” kata Erwan.
Menurutnya, substansi raperda yang sedang dibahas saat ini sudah berada pada arah yang tepat karena memberikan ruang luas bagi para pelaku budaya untuk berekspresi sekaligus mempertahankan nilai-nilai tradisi.
[Redaktur: Angelita Lumban Gaol]