Aksi mereka terbaru terjadi pada Oktober 2025 dengan penembakan terhadap helikopter pembawa bantuan kemanusiaan serta pembakaran sekolah, gereja, dan puskesmas di Kiwirok yang menewaskan enam orang, melukai delapan lainnya, serta merusak tujuh bangunan publik dan enam alat berat.
“Tewasnya Lamek Alipky Taplo merupakan tindakan nyata TNI dalam rangka menjamin keamanan masyarakat di perbatasan demi terciptanya Papua yang aman dan damai. Koops Swasembada akan terus melaksanakan operasi secara terukur dan berkelanjutan demi terciptanya Papua yang aman dan damai,” tegas Letkol Inf Renaldy H.
Baca Juga:
Akhir Perjalanan Berdarah Undius Kogoya, Pemimpin KKB Intan Jaya Tutup Usia Karena Sakit
Sementara itu, dari wilayah berbeda, pimpinan KKB Intan Jaya, Undius Kogoya, dilaporkan meninggal dunia akibat sakit di Distrik Wandai, Kabupaten Intan Jaya.
Kapolres Intan Jaya Kompol Sofian Samakori membenarkan kabar tersebut pada Kamis (23/10/2025).
“Undius Kogoya dilaporkan meninggal karena sakit. Ada informasi bila pimpinan KKB Intan ini meninggal di Wandai,” ujarnya.
Baca Juga:
Pekerja Jalan di Intan Jaya Tewas Ditembak KKB Saat Ukur Jalan
Berdasarkan informasi lapangan, Undius Kogoya menghembuskan napas terakhir di Kampung Jae, Distrik Wandai, Papua Tengah, pada Rabu (22/10/2025) pukul 15.00 WIT.
Sebelum meninggal, Undius sempat melakukan perjalanan dari Timika, Kabupaten Mimika, ke Enarotali, Kabupaten Paniai, dan kembali ke Intan Jaya. Namun, setibanya di Wandai, kondisi kesehatannya menurun hingga akhirnya meninggal dunia.
KKB pimpinan Undius Kogoya diketahui terlibat dalam berbagai aksi kekerasan dan penyerangan terhadap warga sipil serta aparat keamanan di Kabupaten Intan Jaya sejak 2022.