WAHANANEWS.CO, Jakarta - Rencana Presiden untuk menempatkan utusan khusus dalam mengawasi perusahaan milik negara memantik kritik dari kalangan oposisi, salah satunya datang dari politikus PDI Perjuangan Mohamad Guntur Romli.
Jumat (13/3/2026) -- Kritik tersebut disampaikan Guntur Romli melalui akun media sosial X miliknya ketika menanggapi wacana Presiden Prabowo Subianto yang berencana menunjuk utusan khusus presiden untuk memantau kinerja sejumlah Badan Usaha Milik Negara.
Baca Juga:
Diskon Tambah Daya Listrik Hingga 50 Persen Resmi Dibuka, Berlaku Sampai 23 Juni
“Utusan khusus untuk mengawasi? Terus jajaran komisaris buat apa?” katanya.
Guntur Romli kemudian menyinggung persoalan dugaan Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme serta kebijakan efisiensi anggaran yang selama ini sering disampaikan oleh pemerintah.
“Ini utusan khusus dari orangnya sendiri, untuk menunjukkan KKN? Biar semakin banyak orang, sehingga bertentangan dengan efisiensi?” tuturnya.
Baca Juga:
Ketegangan Memuncak, AS dan Iran Saling Klaim soal Status Selat Hormuz
Rencana penempatan utusan khusus tersebut sebelumnya disampaikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto yang menilai pengawasan terhadap perusahaan negara perlu diperkuat.
Ia menyatakan pemerintah akan menempatkan utusan khusus di sejumlah BUMN sebagai bagian dari upaya menjaga pengelolaan aset negara agar tidak mengalami kebocoran.
“Saya sudah menunjuk utusan-utusan khusus, dan mungkin untuk setiap BUMN yang kita kelola. Kita harus awasi, karena ini darah bangsa,” tuturnya.
Prabowo juga menilai lemahnya pengawasan dapat membuat negara yang memiliki kekayaan besar tetap mengalami kerugian jika pengelolaannya tidak dilakukan secara baik.
Ia mengingatkan jajaran pejabat tinggi serta pengawas lembaga pengelola investasi Danantara agar menjaga dan mengelola sumber daya nasional secara bertanggung jawab.
“Ingat harapan bangsa, harapan semua rakyat ada di pundak saudara-saudara. Saudara jaga, kelola kekayaan anak dan cucu, cicit kita,” ucapnya.
[Redaktur: Angelita Lumban Gaol]