WAHANANEWS.CO, Jakarta - Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman meminta aparat kepolisian bertindak tanpa kompromi terhadap para pelaku begal yang dinilai semakin brutal dan mengancam keselamatan masyarakat di berbagai daerah, Sabtu (23/5/2026).
“Kami mendukung penuh Kepolisian Republik Indonesia untuk menindak tegas dan tanpa kompromi terhadap seluruh para pelaku kejahatan begal yang sudah sangat meresahkan masyarakat di berbagai wilayah Indonesia,” kata Habiburokhman kepada wartawan.
Baca Juga:
Heboh Pengantin Wanita Kabur Jelang Akad, Polisi Temukan Bareng Pacar di Hotel
Pernyataan itu disampaikan menyusul maraknya aksi begal yang dinilai semakin nekat dan tidak lagi sekadar dipicu persoalan ekonomi.
Habiburokhman menilai pola kejahatan para pelaku begal kini telah berkembang menjadi tindakan kriminal yang lebih berbahaya dan kerap berkaitan dengan penyalahgunaan narkoba.
“Kejahatan begal saat ini sudah berada pada tahap yang sangat mengkhawatirkan, karena bukan lagi sekadar tindak kriminal biasa yang dipicu oleh faktor ekonomi, namun telah berkembang menjadi kejahatan brutal yang erat kaitannya dengan penyalahgunaan narkoba,” ujarnya.
Baca Juga:
Kuota Internet Hangus Digugat, YLKI dan BPKN Desak MK Lindungi Hak Konsumen
Ia juga menyoroti semakin luasnya dampak aksi begal yang kini tidak hanya menyasar masyarakat biasa, tetapi juga aparat kepolisian hingga warga negara asing.
Salah satu kasus yang disorot yakni insiden di Lampung yang menyebabkan anggota polisi Bripka Arya Supena gugur saat menjalankan tugas.
“Terlebih lagi yang menjadi korban kejahatan begal saat bukan hanya masyarakat biasa, tetapi juga aparat kepolisian bahkan sampai warga negara asing,” ujarnya.
Menurut Habiburokhman, negara tidak boleh kalah oleh aksi kriminal jalanan yang membuat masyarakat merasa takut saat menjalankan aktivitas sehari-hari.
“Di Lampung misalnya, kasus kejahatan begal telah menyebabkan anggota kepolisian gugur saat menjalankan tugasnya yaitu bernama Bripka Arya Supena,” lanjutnya.
Ia menegaskan keselamatan dan kenyamanan masyarakat harus menjadi prioritas utama sehingga aparat penegak hukum diminta terus meningkatkan langkah tegas terhadap para pelaku begal.
“Polri tidak boleh membiarkan jalanan Indonesia dikuasai oleh para begal. Jangan sampai masyarakat takut dalam melaksanakan aktivitas seperti bekerja dan kegiatan lainnya oleh sebab itu negara harus hadir. Keselamatan dan kenyamanan masyarakat harus menjadi prioritas utama kita semua,” ucapnya.
[Redaktur: Elsya Tri Ahaddini]