WAHANANEWS.CO, Jakarta - Pascaserangkaian aksi kekerasan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata, aparat memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di Nabire tetap terkendali dan warga diminta tidak panik menghadapi dinamika yang terjadi.
Kepolisian Resor Nabire, Papua Tengah, menegaskan kondisi kamtibmas di wilayah tersebut aman meski sebelumnya terjadi gangguan keamanan oleh KKB.
Baca Juga:
Esau Tatogo Harap Musyawarah Pastoral Mee Lahirkan Rekomendasi Pastoral yang Menyentuh Kehidupan Nyata Umat
Kapolres Nabire AKBP Samuel D. Tatiratu menyampaikan hal itu di Nabire, Senin (2/3/2026), seraya menegaskan bahwa pihaknya bersama TNI terus meningkatkan patroli dan pengamanan pascaaksi penyerangan yang dilakukan kelompok tersebut.
“Kami pastikan masyarakat Nabire tidak perlu panik. Situasi tetap aman dan aktivitas warga dapat berjalan seperti biasa,” ujarnya.
Ia menjelaskan aparat melaksanakan patroli statis di sejumlah titik strategis serta patroli bergerak di berbagai wilayah guna memastikan stabilitas keamanan tetap terjaga.
Baca Juga:
Stikes Persada Nabire Sampaikan Terima Kasih atas Bantuan Pemprov Papua Tengah
Selain pengamanan oleh aparat, kepolisian juga mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga lingkungan masing-masing.
“Keamanan bukan hanya tanggung jawab Polri atau TNI, tetapi tanggung jawab bersama pemerintah, aparat keamanan, dan seluruh masyarakat,” ujarnya.
Masyarakat diminta mengaktifkan kembali pos keamanan lingkungan serta melaporkan pendatang baru kepada ketua RT dan RW agar pendataan berjalan tertib dan potensi gangguan dapat dicegah sejak dini.
Kapolres menegaskan setiap aksi kekerasan yang meresahkan warga akan diproses sesuai hukum yang berlaku, namun masyarakat juga diimbau tidak mudah terprovokasi informasi yang belum terverifikasi.
“Percayakan kepada kami, baik Polri maupun TNI. Jangan mudah terhasut atau menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya karena dapat mengganggu situasi yang sudah kondusif,” katanya.
Sementara itu, Bupati Nabire Mesak Magai menekankan pentingnya jaminan keamanan agar aktivitas ekonomi, pendidikan, dan sosial masyarakat tetap berjalan normal.
“Kita percaya aparat keamanan telah bekerja keras. Apalagi Nabire kini menjadi ibu kota Provinsi Papua Tengah sehingga kehadiran satuan TNI-Polri semakin memperkuat pengamanan daerah,” katanya.
Ia berharap seluruh elemen masyarakat menjaga persatuan dan tidak terpengaruh isu-isu yang berpotensi memperkeruh suasana sehingga kondisi kamtibmas tetap kondusif.
Sebelumnya, KKB pimpinan Aibon Kogoya melakukan penyerangan di lokasi tambang emas milik PT Kristalin di Nabire pada Sabtu (21/2/2026).
Pasca-penyerangan tersebut, aparat gabungan TNI-Polri melaksanakan operasi penegakan hukum terhadap kelompok tersebut yang berujung kontak tembak di hutan Nabarua, Kampung Kali Haparan, Distrik Nabire, Kabupaten Nabire pada Minggu (1/3/2026).
Dalam operasi itu, aparat berhasil menguasai lokasi dan mengamankan berbagai barang bukti berupa 561 butir amunisi berbagai kaliber, 10 magazen senjata api jenis SS1, serta satu senjata api jenis AK-101.
Selain itu, turut diamankan 12 unit telepon genggam, lima unit handy talky, serta uang tunai sebesar Rp79.900.000, sementara anggota KKB melarikan diri dan meninggalkan kamp mereka.
[Redaktur: Angelita Lumban Gaol]