WahanaNews.co | Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Yahya Cholil Staquf menilai usulan menunda Pemilu 2024 masuk akal.
Akan tetapi, Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah memiliki sikap yang berbeda dalam merespons usulan penundaan penyelenggaraan Pemilu 2024.
Baca Juga:
Tabligh Mobil Muhammadiyah Ranting Sibabangun, Hadirkan Ketua Majelis Tabligh PDM Tapteng
Namun ia meminta diadakan dialog terkait usulan penundaan Pemilu 2024 mengingat beragam persoalan yang dihadapi Indonesia.
"Ada usulan penundaan pemilu dan saya rasa ini masuk akal mengingat berbagai persoalan yang muncul dan dihadapi bangsa ini," kata dia di Pondok Pesantren Darussalam di Pinagar, kemarin.
"Nanti kita lihat apa saja yang perlu dilakukan untuk mengurangi beban bangsa ini," kata mantan juru bicara Presiden keempat RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur) itu.
Baca Juga:
PDI Perjuangan Sumbar Dukung Program Kerakyatan Bersama Muhammadiyah, Alex Lukman Berkomitmen
Ia mengatakan saat ini banyak cobaan dan musibah terjadi tidak hanya di Indonesia, tapi juga di seluruh dunia, mulai dari pandemi Covid-19, banjir, serta gempa bumi.
"Kunci hadapi harus luwes dan ulet, supaya bisa mengatasi beban yang ada," kata dia.
Apalagi, menurutnya, saat ini pemerintah daerah terus menyesuaikan APBD karena persoalan bencana tidak terprediksi.