Tambahkan deskripsi singkat untuk setiap karya yang menjelaskan konteks, tujuan, dan hasilnya, sehingga pembaca dapat memahami konten dan dampaknya.
Selanjutnya, buatlah tata letak portofolio yang rapi dan mudah dinavigasi. Pilih platform atau format yang sesuai dengan kebutuhan Anda, apakah itu situs web pribadi, blog, atau format digital lainnya.
Baca Juga:
Perkuat Keamanan Digital, Pemkab Karo Jalin Kerja Sama Sertifikat Elektronik dengan BSSN RI,Layanan Administrasi Lebih Cepat
Pastikan tata letak portofolio mencerminkan estetika profesional dan mudah dipahami. Tambahkan bagian "Tentang Saya" yang memberikan gambaran singkat tentang latar belakang, minat, dan nilai-nilai yang Anda bawa sebagai writerpreneur.
Sertakan juga informasi kontak yang mudah diakses oleh klien potensial atau pemberi pekerjaan.
Dengan menyusun portofolio yang terstruktur dan informatif, Anda dapat memberikan kesan yang kuat kepada pembaca dan potensial klien tentang kualitas dan kemampuan Anda sebagai penulis.
Baca Juga:
PLN Hadirkan Fitur Simulasi Biaya di PLN Mobile, Pelanggan Bisa Hitung Estimasi Layanan Secara Mandiri
3. Pelajari Seni Pemasaran Diri
Untuk memahami dan menguasai seni pemasaran diri sebagai seorang writerpreneur, langkah pertama adalah fokus pada pembangunan citra merek pribadi yang kuat.
Identifikasi nilai-nilai unik, keahlian khusus, dan gaya penulisan yang membedakan Anda dari penulis lain. Gunakan elemen-elemen ini sebagai dasar untuk menyusun pesan pemasaran yang jelas dan konsisten.