WAHANANEWS.CO, Jakarta - Tidak semua orang yang terlihat baik benar-benar tulus, sebab ada pula yang memakai sikap ramah sebagai cara untuk mencari simpati, mengendalikan keadaan, atau mendapatkan keuntungan pribadi.
Dalam kehidupan sehari-hari, orang yang pura-pura baik kerap tampil menyenangkan di awal perkenalan, mudah memberi pujian, tampak peduli, dan seolah selalu hadir ketika dibutuhkan.
Baca Juga:
Masih Suka Menulis di Buku Catatan? Psikologi Sebut Anda Mungkin Punya 8 Kelebihan Ini
Namun, sikap baik yang tidak tulus biasanya akan terlihat dari pola yang berulang, terutama saat orang tersebut tidak lagi mendapatkan keuntungan dari kebaikan yang ia tampilkan.
Dalam psikologi sosial, perilaku seperti ini sering dikaitkan dengan impression management, yaitu upaya seseorang mengatur citra diri agar terlihat baik di mata orang lain.
Sumber Verywell Mind menjelaskan bahwa impression management sebenarnya umum terjadi dalam interaksi sosial, tetapi dapat menjadi tidak sehat jika seseorang mempertahankan citra palsu demi memanipulasi kepercayaan orang lain.
Baca Juga:
Jangan Terjebak Drama, Ini 8 Cara Cerdas Menghadapi Orang yang Suka Playing Victim
Sementara itu, penelitian tentang Dark Triad yang mencakup narsisme, psikopati, dan Machiavellianism menunjukkan bahwa sebagian orang dapat menggunakan kemampuan sosial, bahkan empati kognitif, untuk membaca kelemahan orang lain dan memanfaatkannya.
Studi yang dipublikasikan dalam jurnal Frontiers in Psychology pada 2023 menyebut kemampuan empati kognitif pada individu dengan kecenderungan Dark Triad dapat membantu mereka memahami pikiran orang lain, tetapi pemahaman itu bisa dipakai untuk strategi manipulatif.
Artinya, seseorang yang tampak sangat memahami perasaan orang lain belum tentu selalu bergerak dari niat yang tulus.