WAHANANEWS.CO - Menurunkan gula darah tidak berarti harus mengorbankan kenikmatan makan, karena tubuh memiliki mekanisme alami melalui hormon insulin untuk menjaga kestabilan kadar gula darah, meski produksi insulin terganggu dan gula menumpuk dalam darah yang berisiko memicu diabetes tipe-2.
Kadar gula darah puasa ideal berkisar antara 80-130 mg/dL, sementara setelah makan idealnya kurang dari 180 mg/dL, sehingga penting menjaga pola makan dan aktivitas fisik.
Baca Juga:
Diam-diam Berbahaya, Pradiabetes Bisa Jadi Gerbang ke Diabetes
Salah satu cara menurunkan kadar gula darah adalah dengan olahraga ringan, misalnya yoga atau jalan kaki 10-15 menit per hari, serta berdiri dan melakukan peregangan setiap 30-60 menit bagi yang duduk lama.
Perbanyak konsumsi sayur dan buah yang kaya serat untuk memperlambat penyerapan gula, termasuk sumber serat lain seperti kacang-kacangan dan biji-bijian, serta atur urutan makan dengan mengonsumsi sayur atau buah terlebih dahulu sebelum karbohidrat agar lonjakan gula darah lebih terkendali.
Minum cukup air juga penting karena dehidrasi dapat meningkatkan gula darah, sementara jalan kaki setelah makan membantu pembakaran karbohidrat dan meningkatkan efektivitas insulin.
Baca Juga:
Usai Hindari 3 Makanan 'Sehat' Populer, Wanita Ini Sukses Turun BB 20 Kg
Makanan fermentasi mengandung probiotik yang baik untuk usus, membantu memperlambat penyerapan karbohidrat, dan konsumsi sumber kromium serta magnesium seperti ayam, brokoli, bayam, alpukat, pisang, dan biji labu mendukung regulasi insulin.
Relaksasi melalui meditasi atau yoga, melakukan aktivitas menyenangkan, bersosialisasi, dan tidur nyenyak 7-9 jam per malam dapat menurunkan stres dan meningkatkan sensitivitas insulin, sehingga gula darah lebih stabil.
[Redaktur: Rinrin Khaltarina]