WAHANANEWS.CO, Jakarta - Kamu mungkin nggak sadar, tapi tubuh bisa memberi “alarm halus” sebelum benar-benar jatuh ke dalam kondisi diabetes.
Saat gula darah mulai naik tapi belum cukup tinggi disebut diabetes tipe dua, itulah yang dinamakan pradiabetes, kondisi yang diam-diam bisa berubah jadi masalah besar kalau diabaikan begitu saja.
Baca Juga:
ETH Berjanji Kawal Kasus Dugaan Kriminalisasi, Oknum Polsek Maro Sebo Resmi Dilaporkan ke Polda Jambi
Pradiabetes merupakan tahap awal ketika kadar gula darah lebih tinggi dari normal, namun belum mencapai batas diabetes tipe dua, yang artinya tubuh mulai tidak merespons hormon insulin dengan baik atau mengalami resistensi insulin.
Meski belum termasuk diabetes penuh, kondisi ini bukan hal sepele karena bisa berkembang menjadi diabetes atau memicu komplikasi serius bila gaya hidup tidak segera diubah.
Sayangnya, banyak orang tidak sadar bahwa dirinya sudah berada dalam tahap pradiabetes karena gejalanya sering tidak terasa jelas. Namun jika kamu mulai melihat tanda-tanda seperti kulit di bagian leher, ketiak, atau pangkal paha yang menggelap, serta sering merasa haus, lapar terus-menerus, sering buang air kecil, atau pandangan kabur, sebaiknya segera periksa ke dokter.
Baca Juga:
Mengungkap Fakta Di Balik Insiden Munisi Nyasar Di Unp, Tim Investigasi Gelar Uji Balistik Lapangan Pistol G-2 Combat
Beberapa faktor bisa meningkatkan risiko pradiabetes, antara lain tubuh yang mulai tidak sensitif terhadap insulin, berat badan berlebih terutama di area perut, kebiasaan duduk terlalu lama atau jarang bergerak, serta pola makan tinggi gula dan makanan olahan.
Faktor genetik, usia, dan riwayat keluarga dengan diabetes juga berperan besar, sehingga penting untuk selalu menjaga pola hidup meski merasa sehat.
Kabar baiknya, pradiabetes bisa dicegah bahkan dikembalikan ke kondisi normal bila kamu mau mengubah kebiasaan sehari-hari.