Di posisi kedua, Merdeka 118 di Malaysia menjulang setinggi 678,9 meter dengan desain yang terinspirasi dari gerakan tangan saat deklarasi kemerdekaan, menggabungkan fungsi perkantoran, hotel, serta area observasi dengan konsep keberlanjutan.
Sementara itu, Shanghai Tower setinggi 632 meter dikenal dengan desain spiralnya yang mampu mengurangi beban angin hingga sekitar 24 persen, sekaligus menjadi salah satu bangunan paling ramah lingkungan dengan sistem efisiensi energi canggih.
Baca Juga:
DPR Ungkap Narasi Sesat dan Dugaan Perlawanan di Balik Kasus Amsal Sitepu
Di Arab Saudi, Makkah Royal Clock Tower setinggi 601 meter berdiri megah sebagai bagian dari kompleks Abraj Al Bait, dengan jam raksasa ikonik yang dapat terlihat dari jarak jauh serta berfungsi sebagai hotel dan fasilitas bagi jamaah haji dan umrah.
Gedung Ping An Finance Center di Shenzhen berada di posisi kelima dengan ketinggian 599 meter, menjadi pusat keuangan modern dengan desain ramping serta dilengkapi dek observasi yang menawarkan panorama kota.
Selanjutnya, Lotte World Tower di Korea Selatan menjulang setinggi 555 meter dengan desain yang terinspirasi dari seni keramik dan kaligrafi tradisional, serta memiliki fungsi campuran mulai dari hotel mewah hingga fasilitas hiburan.
Baca Juga:
Pemprov Sumut Buka Seleksi Komisi Informasi 2026–2030, Ini Tahapan dan Syaratnya
Di Amerika Serikat, One World Trade Center setinggi 541 meter menjadi simbol kebangkitan New York pasca tragedi Serangan 11 September, dengan tinggi simbolis 1.776 kaki yang merepresentasikan tahun kemerdekaan Amerika Serikat.
“Dengan tinggi simbolis 541 meter, gedung ini menjadi representasi kebangkitan sekaligus harapan baru,” demikian disebutkan dalam catatan arsitektur modern yang menyertainya.
Fenomena gedung super tinggi ini menegaskan bahwa arsitektur masa kini tidak lagi sekadar membangun ke atas, tetapi juga menghadirkan solusi teknologi untuk efisiensi energi, keamanan, serta keberlanjutan di tengah tantangan global yang semakin kompleks.