WAHANANEWS.CO, Jakarta - Deretan pencakar langit raksasa kembali menegaskan ambisi manusia menaklukkan langit, dengan bangunan-bangunan super tinggi yang kini bukan hanya simbol kemegahan, tetapi juga bukti kemajuan teknologi konstruksi modern yang kian melampaui batas.
Dominasi kawasan Asia dan Timur Tengah semakin terlihat dalam daftar gedung tertinggi dunia, dengan hampir seluruh bangunan baru yang melampaui ketinggian 500 meter dibangun di wilayah tersebut sebagai pusat pertumbuhan ekonomi dan arsitektur global.
Baca Juga:
DPR Ungkap Narasi Sesat dan Dugaan Perlawanan di Balik Kasus Amsal Sitepu
Menurut data dari The Skyscraper Center dan ArchDaily, bangunan-bangunan ini tidak hanya unggul dalam ketinggian, tetapi juga mengandalkan teknologi mutakhir untuk menghadapi tekanan angin, beban struktural, dan kondisi ekstrem di ketinggian.
“Bangunan-bangunan ini tidak hanya tinggi, tetapi juga mengusung teknologi konstruksi canggih untuk menahan beban, angin, dan tekanan ekstrem di ketinggian,” demikian disebutkan dalam laporan tersebut.
Gedung tertinggi di dunia masih dipegang oleh Burj Khalifa di Dubai dengan ketinggian mencapai 828 meter sejak diresmikan pada 2010, dengan lebih dari 160 lantai dan struktur berbentuk Y yang dirancang khusus untuk meningkatkan stabilitas terhadap terpaan angin.
Baca Juga:
Pemprov Sumut Buka Seleksi Komisi Informasi 2026–2030, Ini Tahapan dan Syaratnya
Selain menjadi ikon global, bangunan ini juga berfungsi sebagai pusat hunian, perkantoran, serta observatorium wisata yang menarik jutaan pengunjung setiap tahun.
Di posisi kedua, Merdeka 118 di Malaysia menjulang setinggi 678,9 meter dengan desain yang terinspirasi dari gerakan tangan saat deklarasi kemerdekaan, menggabungkan fungsi perkantoran, hotel, serta area observasi dengan konsep keberlanjutan.
Sementara itu, Shanghai Tower setinggi 632 meter dikenal dengan desain spiralnya yang mampu mengurangi beban angin hingga sekitar 24 persen, sekaligus menjadi salah satu bangunan paling ramah lingkungan dengan sistem efisiensi energi canggih.
Di Arab Saudi, Makkah Royal Clock Tower setinggi 601 meter berdiri megah sebagai bagian dari kompleks Abraj Al Bait, dengan jam raksasa ikonik yang dapat terlihat dari jarak jauh serta berfungsi sebagai hotel dan fasilitas bagi jamaah haji dan umrah.
Gedung Ping An Finance Center di Shenzhen berada di posisi kelima dengan ketinggian 599 meter, menjadi pusat keuangan modern dengan desain ramping serta dilengkapi dek observasi yang menawarkan panorama kota.
Selanjutnya, Lotte World Tower di Korea Selatan menjulang setinggi 555 meter dengan desain yang terinspirasi dari seni keramik dan kaligrafi tradisional, serta memiliki fungsi campuran mulai dari hotel mewah hingga fasilitas hiburan.
Di Amerika Serikat, One World Trade Center setinggi 541 meter menjadi simbol kebangkitan New York pasca tragedi Serangan 11 September, dengan tinggi simbolis 1.776 kaki yang merepresentasikan tahun kemerdekaan Amerika Serikat.
“Dengan tinggi simbolis 541 meter, gedung ini menjadi representasi kebangkitan sekaligus harapan baru,” demikian disebutkan dalam catatan arsitektur modern yang menyertainya.
Fenomena gedung super tinggi ini menegaskan bahwa arsitektur masa kini tidak lagi sekadar membangun ke atas, tetapi juga menghadirkan solusi teknologi untuk efisiensi energi, keamanan, serta keberlanjutan di tengah tantangan global yang semakin kompleks.
[Redaktur: Elsya Tri Ahaddini]