4. Mudah bersyukur
Orang sederhana dan bersahaja cenderung mudah bersyukur atas apa yang ia dapat dan miliki, dan berterima kasih pada orang-orang yang membantunya. Ia lebih suka melihat sisi baik orang lain dan fokus pada apa yang membuatnya nyaman menjalani hidup. Apa pun yang tidak ia miliki, tidak membuatnya iri. Ia tahu caranya menikmati secangkir kopi buatan sendiri, sepiring nasi lodeh ikan asin, jalan-jalan santai di taman, atau mensyukuri keluarga yang ia miliki saat ini.
Baca Juga:
Efek Buruk Pikiran Negatif bagi Kesehatan Mental
5. Pengertian
Orang sederhana itu pengertian dan bijaksana. Sikap ini tidak dimiliki semua manusia di dunia. Beberapa orang justru cenderung egois dan mementingkan diri sendiri. Tapi orang bersahaja akan bersikap santai dan seimbang, ia sadar orang lain ingin dimengerti.
Ia sabar, mau menunggu dan mendengar orang lain bicara. Ia juga meluangkan waktu untuk menghabiskan waktu memahami pikiran orang-orang, pertanda ia juga berpikiran terbuka.
Baca Juga:
Jangan Terjebak Hipnotis! Ini 3 Cara Ampuh Menghindarinya
6. Tidak materialistis
Orang-orang sederhana dan bersahaja tidak serakah. Mendapatkan keuntungan materi memang dibutuhkan dalam hidup, bahkan dianjurkan untuk bekerja keras agar hidup sejahtera secara finansial.
Tapi itu tidak membuatnya hanya fokus mengejar materi duniawi. Ia fokus pada hal-hal yang bermakna seperti menikmati alam, bercengkrama dengan orang tersayang dan menggunakan uang secukupnya untuk kebutuhan. Ia kurang ambisus terkait hal-hal seperti status sosial, kekayaan dan kekuasaan.