WAHANANEWS.CO, Jakarta - Rumah yang tampak nyaman ternyata belum tentu bebas dari “energi buruk”, sebab sejumlah benda yang sering dianggap biasa justru dipercaya dalam feng shui dan mitos kuno dapat membawa kesialan hingga aura negatif bagi penghuninya.
Mulai dari kursi goyang kosong, jam rusak, hingga payung yang dibuka di dalam rumah disebut-sebut memiliki makna mistis yang dipercaya turun-temurun oleh banyak budaya di dunia.
Baca Juga:
Motor Inventaris TNI Dicuri di Simalungun, Satu Pelaku Dilumpuhkan
Salah satu benda yang paling sering dikaitkan dengan suasana menyeramkan adalah kursi goyang kosong yang bergerak sendiri di dalam ruangan.
Dalam legenda Irlandia, kursi goyang kosong dipercaya menjadi semacam undangan bagi roh jahat untuk datang dan menetap di rumah.
Bahkan, kursi yang bergerak tanpa disentuh disebut menjadi pertanda adanya makhluk tak kasat mata yang ikut menghuni rumah tersebut.
Baca Juga:
FOMO dan Overthinking Gegara Medsos? Waspada, Bisa Jadi Otak Sedang Kelelahan
Tak hanya benda antik, warna cat rumah pun ternyata pernah dianggap membawa malapetaka.
Pada abad ke-18, pewarna hijau sintetis diketahui menggunakan arsenik beracun yang dapat menghasilkan gas berbahaya ketika kondisi rumah lembap.
Akibatnya, banyak penghuni rumah pada masa itu jatuh sakit hingga meninggal dunia karena paparan racun dari cat berwarna hijau.
Meski kini teknologi cat jauh lebih aman, sebagian orang yang percaya takhayul masih menganggap warna hijau sebagai simbol kesialan di dalam rumah.
Dalam feng shui, barang rusak juga dipercaya menjadi sumber energi yang mandek dan menghambat keberuntungan.
Jam yang mati atau berhenti mendadak misalnya, dianggap sebagai simbol kehidupan yang tidak berjalan maju.
Bahkan dalam sejumlah kepercayaan lama, suara jam rusak disebut menjadi pertanda kematian dalam keluarga.
Selain benda mati, tanaman juga memiliki makna tertentu dalam feng shui rumah.
Tanaman berduri seperti kaktus dipercaya dapat memicu ketegangan dan memengaruhi hubungan antar penghuni rumah karena dianggap membawa energi tajam dan negatif.
Meski demikian, bunga mawar tetap dianggap membawa aura baik walaupun memiliki duri.
Tempat tidur yang dibiarkan berantakan juga dipercaya membawa pengaruh buruk terhadap kualitas tidur seseorang.
Dalam kepercayaan tertentu, seseorang yang gagal merapikan tempat tidurnya disebut lebih mudah mengalami tidur gelisah dan sulit beristirahat dengan nyaman.
Larangan membuka payung di dalam rumah ternyata juga bukan sekadar omelan orang tua semata.
Tradisi itu sudah dikenal sejak zaman Mesir kuno karena membuka payung di dalam rumah dianggap sebagai bentuk penghinaan terhadap roh pelindung rumah.
Kepercayaan lain menyebut tindakan tersebut dapat mengundang kesialan bagi penghuni rumah.
Tanaman mati atau kering juga dianggap membawa energi negatif karena melambangkan kehidupan yang berhenti dan suasana rumah yang suram.
Selain memunculkan kesan tidak terawat, tanaman layu disebut memengaruhi kenyamanan psikologis penghuni rumah.
Sementara itu, pajangan hewan awetan atau taxidermy juga kerap dikaitkan dengan aura buruk karena berhubungan langsung dengan kematian.
Pajangan kepala rusa atau hewan lain yang diawetkan disebut dapat membuat tamu merasa tidak nyaman ketika memasuki rumah.
Tak kalah dianggap membawa sial adalah kalender usang yang masih digantung meski waktu sudah berganti.
Dalam feng shui, kalender lama dipercaya menjadi simbol waktu yang tertahan sehingga dapat menghambat rezeki dan keberuntungan penghuni rumah.
Meski sebagian besar kepercayaan tersebut lebih banyak dipandang sebagai mitos dan budaya turun-temurun, tidak sedikit orang yang masih mempercayainya hingga sekarang.
Sebagian lainnya menilai larangan terhadap benda-benda tersebut sebenarnya lebih berkaitan dengan faktor kebersihan, estetika, dan kenyamanan psikologis di dalam rumah.
[Redaktur: Elsya Tri Ahaddini]