Pada titik tertentu, sel tidak membelah kromosom kelamin
secara khusus, mengarah pada distribusi karakteristik seksual yang tak beragam,
mulai dari pewarnaan hingga organ reproduksinya.
Bilateral gynandromorphy tercatat pernah dialami oleh
lobster, kepiting, ular, kupu-kupu, lebah, ayam, dan unggas lainnya. Hal ini
berpotensi dipengaruhi oleh suhu air atau kadar hormon di dalam rahim sang
induk.
Baca Juga:
Dibanderol Rp 200 Juta Per Liter, Ini Manfaat Darah Biru Kepiting Tapal Kuda
Para ahli biologi kelautan di Virginia Institute of Marine
Science (VIMS), menurut Meagher, tengah meneliti kondisi genetik langka ini
untuk lebih memahami pembiakan dan perkembangan seksual pada kepiting C.
sapidus. [qnt]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.