Kisah film bermula ketika Ara mendatangi kantor pemadam kebakaran untuk meminta bantuan dalam menemukan hadiah ulang tahun untuk ibunya.
Di tempat tersebut, ia bertemu dengan Faris yang kemudian ikut membantu pencarian.
Baca Juga:
Puan Maharani Desak Pemerintah Percepat Penanganan Karhutla Bromo dan Palangka Raya
Pertemuan keduanya menjadi awal dari perjalanan yang mempertemukan mereka dengan berbagai pengalaman sekaligus persoalan masing-masing.
Dari sudut pandang Ara sebagai seorang anak, film ini mencoba menghadirkan gambaran mengenai ketulusan seorang anak dalam menunjukkan rasa sayang kepada orang tua.
Sementara melalui karakter Faris, cerita turut memperlihatkan sisi lain kehidupan keluarga, terutama perasaan seorang calon ayah yang harus menjalani masa menunggu kelahiran anak pertamanya.
Baca Juga:
Arteta Yakin Bruno Guimarães Bawa Energi Baru untuk Arsenal
Perjalanan Ara dan Faris menjadi rangkaian peristiwa yang memberikan pengalaman sekaligus pelajaran mengenai arti keluarga.
Konflik yang mereka hadapi juga menjadi sarana untuk memperlihatkan bahwa hubungan dengan orang-orang terdekat perlu dijaga dan dihargai, terutama melalui perhatian dan kepedulian dalam kehidupan sehari-hari.
'Kado untuk Ibu' memadukan perspektif anak-anak dengan perjalanan emosional yang mengedepankan kehangatan hubungan keluarga.