Guru
Besar IPB University dari Departemen Ilmu Keluarga dan Konsumen ini mengatakan,
keluarga menghadapi residu ancaman dan risiko dari teknologi informasi di media
sosial.
Di mana terdapat konten pornografi dan
penyimpangan sosial dan seksual.
Baca Juga:
Mentan Ajak Kolaborasi dan Dorong Pengembangan VUB Padi IPB 9G
Adiksi
terhadap gim dan pornografi yang bisa diakses bukan hanya oleh orang dewasa
tapi juga anak-anak sehingga memungkinkan mereka terjerat perilaku menyimpang.
"Selain
itu keluarga pun bisa terjerat perangkap teknologi digital dan sosial media
yang telah mengkonsumsi waktu dan energi serta keseimbangan hidup mereka,"
ujarnya.
"Kebutuhan
menjawab tantangan, membutuhkan adanya percepatan dalam edukasi, pemberdayaan,
layanan, instrument evaluasi, online dan digital. Sehingga arah pembangunan
harus memberikan daya dukung bagi keluarga agar dapat melaksanakan peran dan
fungsinya yang beragam," imbuhnya.
Baca Juga:
Selamat! IPB University Peringkat 3 Kampus Terbaik di ASEAN Versi AppliedHE
Lebih
lanjut, lahirnya Koalisi Nasional Pembangunan Keluarga (KPNK) bermaksud untuk
membentuk jejaring dan bermitra dengan seluruh lapisan masyarakat untuk
membantu pemerintah melakukan percepatan pembangunan Indonesia.
"KNPK
juga membantu menemukan terobosan program yang memiliki daya ungkit untuk meminimalisir
degradasi agar keluarga Indonesia menjadi pondasi peradaban bangsa dan benteng
ketahanan nasional," pungkasnya. [dhn]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.