Keputusan tersebut, menurut Daniel, merupakan bentuk empati dan solidaritas kepada masyarakat di sejumlah wilayah Sumatera yang tengah menghadapi dampak bencana alam.
“Untuk periode high season tahun ini, khususnya malam pergantian tahun, kami kemas acara dengan lebih sederhana. Ini sebagai ajakan kepada pengunjung untuk turut berempati dan menunjukkan solidaritas kepada saudara-saudara kita yang terdampak bencana,” katanya.
Baca Juga:
Sambut Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, Ancol Hadirkan “Liburan Penuh Ceria”
Dari sisi operasional, Ancol memastikan layanan tetap berjalan normal tanpa kebijakan khusus pada 1 Januari. Seluruh unit rekreasi dibuka sesuai jadwal masing-masing.
Dunia Fantasi (Dufan), sebagai salah satu destinasi favorit, beroperasi hingga pukul 20.00 WIB, sementara unit lain menyesuaikan dengan ketentuan operasional yang berlaku.
Pengelola juga menegaskan tidak ada penyesuaian harga tiket selama libur Tahun Baru. Bahkan, sejumlah paket promo keluarga disediakan untuk memberikan alternatif yang lebih terjangkau bagi pengunjung.
Baca Juga:
MARTABAT Prabowo-Gibran Sebut Reklamasi Ancol Seluas 65 Hektar Perkuat Sarana Kawasan Aglomerasi Jabodetabekjur
“Harga tiket tetap normal, tidak ada kenaikan. Kami juga menyiapkan paket keluarga agar masyarakat bisa berwisata dengan lebih nyaman,” ujar Daniel.
Secara kumulatif, tren kunjungan Ancol selama libur Nataru 2025–2026 menunjukkan peningkatan positif. Hingga 31 Desember 2025, jumlah pengunjung tercatat naik sekitar 6 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, menandakan pemulihan sektor pariwisata yang terus berlanjut.
Pantauan di lapangan menunjukkan, sejak pagi hari kawasan Ancol, khususnya area Dunia Fantasi, mulai dipadati wisatawan. Meski cuaca sempat mendung dan disertai gerimis tipis, antusiasme pengunjung tidak surut.