WahanaNews.co | Menanggapi hebohnya fenomena adopsi boneka arwah, Ketua Komisi Dakwah dan Pengembangan Masyarakat Majelis Ulama Indonesia (MUI), Cholil Nafis, menyinggung syirik.
"Lebih parah lagi kalau meneymbah boneka, itulah yang disebut syirik," ujarnya, Rabu (5/1/2022).
Baca Juga:
Kepala Kantor Pertanahan Muara Enim Dukung Peran MUI Perkuat Tata Kelola Pelayanan Publik Beretika
Soal boneka yang dimasuki arwah, menurutnya arwah orang meninggal memiliki jin Qorin.
"Qorin itu makhluk yang menyamai diri kita, nanti kembali ke alamnya masing-masing," tambahnya.
Ia menambahkan, jika ada arwah dalam boneka tersebut itu merupakan jin.
Baca Juga:
Kemenag Jadwalkan Sidang Isbat Ramadan 2026 pada 17 Februari
"Jin yang dijadikan pertemanan oleh seseorang, boneka yang tidak bernyawa seolah ada interaksi," tambahnya.
Dalam rangka mengantisipasi, pihaknya pun mengimbau untuk menghindari memperalat kepada jin.
"Jin kan bisa masuk ke benda dan orang, jin bisa menggunakan mulut dan benda mati, diberi jampi-jampi jinnya bisa nempel," tukasnya.