Untuk mengetahui bagaimana itu bisa terjadi, dalam studi terbaru ini, Irving dan rekan-rekannya merancang dua eksperimen.
Eksperimen pertama melibatkan 222 peserta yang sebagian besar adalah perempuan. Dalam percobaan awal, para peserta ini diberi waktu 90 detik untuk menemukan sebanyak mungkin kegunaan alternatif dari bata atau penjepit kertas.
Baca Juga:
Harapan Ketua FRN Provinsi Jambi Di Hari Bhayangkara Ke 78: Atensi Kepada Kapolri Berantas Segala Aktifitas Ilegal, Narkoba dan Perjudian
Peserta kemudian secara acak ditugaskan untuk melakukan satu tugas. Kelompok pertama diinstruksikan untuk menonton adegan tiga menit dari film When Harry Met Sally. Sementara, kelompok kedua menonton video tiga menit pria yang melipat cucian.
Setelah jeda video, kedua kelompok tiba-tiba diberi tambahan 45 detik untuk memberikan ide.
Kreativitas tanggapan ini dinilai oleh peneliti berdasarkan jumlah ide yang dihasilkan dan kebaruan ide.
Baca Juga:
Mengapa Mandi Subuh Penting? Temukan Manfaat Kesehatan dan Spiritualnya!
Eksperimen kedua mengulangi eksperimen pertama dengan jumlah peserta 118 orang.
Peneliti menemukan bahwa selama video yang menarik, pengembaraan pikiran secara positif muncul dan dikaitkan dengan respons yang lebih kreatif.
Peneliti pun menyimpulkan, tugas-tugas yang menarik mengarah pada pengembaran pikiran atau pikiran yang bergerak bebas dan memfasilitasi munculnya ide-ide baru.