WAHANANEWS.CO, Jakarta - WAHANANEWS.CO, Jakarta - Tidak semua teman membawa dampak positif, bahkan sebagian justru diam-diam menguras energi dan memengaruhi kesehatan mental tanpa disadari.
Dalam kehidupan sehari-hari, seseorang akan bertemu banyak orang dan sebagian menjadi teman, namun tidak semua hubungan tersebut sehat atau memberikan manfaat jangka panjang.
Baca Juga:
Bareskrim Bongkar Sindikat HP Ilegal Rp235 Miliar, Ribuan iPhone Disita
Psikologi menjelaskan bahwa ada tipe-tipe individu tertentu yang justru lebih banyak menimbulkan kerugian dibandingkan dampak positif dalam kehidupan sosial.
Salah satu yang paling sering ditemui adalah sosok pengeluh yang menjadikan keluhan sebagai kebiasaan hingga membuat orang di sekitarnya ikut terbebani secara emosional.
Selain itu, ada pertemanan yang tidak seimbang karena hanya satu pihak yang terus memberi tanpa mendapatkan perhatian atau dukungan yang sama.
Baca Juga:
Drama Rumah Tangga Berujung Hukum, Suami Diduga Gelapkan Uang Mertua Rp4,7 Miliar
Tipe lain yang juga perlu diwaspadai adalah mereka yang gemar menciptakan atau terlibat dalam drama, karena lingkungan penuh konflik dapat mengganggu ketenangan dan kestabilan emosi.
Penelitian dalam psikologi menunjukkan bahwa individu yang cenderung konfliktif sering tertarik pada drama karena kebutuhan akan perhatian dan pengakuan.
Tidak kalah melelahkan, ada pula teman yang selalu menjadikan segala hal sebagai kompetisi, mulai dari pencapaian hingga hal-hal pribadi, yang pada akhirnya memicu tekanan dan rasa tidak cukup.
Dalam kondisi lain, seseorang mungkin memiliki teman yang hanya hadir saat situasi menyenangkan namun menghilang ketika keadaan sulit, sehingga menimbulkan rasa ditinggalkan.
Ada juga tipe penyebar gosip yang membangun hubungan di atas cerita orang lain, yang pada akhirnya menciptakan rasa tidak aman dan ketidakpercayaan.
Selain itu, teman yang egois dan hanya berfokus pada dirinya sendiri sering membuat hubungan terasa berat sebelah dan tidak sehat.
Terakhir, pengaruh negatif dari lingkungan pertemanan juga dapat membawa seseorang pada perilaku yang tidak sesuai dengan nilai atau prinsip hidupnya.
Untuk memudahkan mengenali, berikut delapan tipe teman yang sebaiknya dihindari:
1. Si pengeluh
Teman yang terus-menerus mengeluh hingga menyebarkan energi negatif.
2. Pertemanan tidak seimbang
Hubungan yang hanya menguntungkan satu pihak tanpa timbal balik.
3. Tukang drama
Individu yang selalu dikelilingi konflik dan kekacauan.
4. Pesaing berlebihan
Teman yang menjadikan segala hal sebagai ajang perbandingan.
5. Teman musiman
Hanya hadir saat senang dan menghilang saat sulit.
6. Penyebar gosip
Membangun hubungan dari cerita orang lain yang tidak sehat.
7. Teman egois
Tidak peduli pada kebutuhan atau perasaan orang lain.
8. Pengaruh negatif
Mendorong pada perilaku yang tidak baik atau tidak nyaman.
Memahami karakter-karakter ini penting agar seseorang dapat menjaga kualitas hubungan sosial sekaligus melindungi kesehatan mental dalam jangka panjang.
[Redaktur: Elsya Tri Ahaddini]