Saat dipilih sebagai tempat eksekusi, Priyo mengatakan, para tahanan yang diduga berkaitan dengan PKI itu dibariskan di bawah jembatan.
"Mereka diminta berdiri di cekungan, di bawah kanan kiri jembatan. Ya kadang ada 10 atau 15 orang yang ditembak, turunnya (dari truk) di pojok desa itu lalu disuruh jalan kaki (sampai ke jembatan)," kenang warga Desa Tempursari itu.
Baca Juga:
Kebakaran Hebat Melanda TPA Troketon Klaten
Saat orang-orang itu ditembaki, kata Priyo, suaranya terdengar sampai ke desa sekitar.
Warga desa di sekitar jembatan itu pun beramai-ramai menonton dari jauh.
"Rumah saya pinggir jalan, kalau ada tembakan, warga dari desa sekitar ramai melihat. Setelah selesai, dikuburkan seadanya, sehingga bau," lanjut Priyo.
Baca Juga:
Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober 2024, Ini Pesan Danrem 182/JO
Karena dikubur secara asal, imbuh Priyo, aroma busuk dan anyir darah mayat-mayat itu menyebar.
Bau busuk itu masih tercium sampai berminggu-minggu.
Walhasil, warga sekitar jembatan kemudian menyempurnakan penguburannya.