Informasi hasil diperoleh dari rekam medis dan catatan kematian.
Kemudian, untuk rata-rata masa tindak lanjut adalah 12,5 tahun.
Baca Juga:
Catat Transaksi WIITEX 2026 Hingg Rp25 Miliar, Jabar Perkuat Ekspor Kopi, Teh, dan Kakao
Sebanyak 27.809 (6,2 persen) partisipan meninggal selama masa tindak lanjut.
Penyakit kardiovaskular didiagnosis pada 43.173 (9,6 persen) peserta selama masa tindak lanjut. Sedangkan aritmia didiagnosis pada 30.100 (6,7 persen).
Peneliti mengaitkan semua jenis kopi dengan penurunan kematian akibat sebab apapun.
Baca Juga:
Catat Transaksi WIITEX 2026 Hingg Rp25 Miliar, Jabar Perkuat Ekspor Kopi, Teh, dan Kakao
Kopi bubuk dan instan, tetapi tidak tanpa kafein, dikaitkan dengan penurunan aritmia termasuk fibrilasi atrium.
Dibandingkan dengan yang bukan peminum, risiko terendah diamati pada empat sampai lima cangkir sehari untuk kopi bubuk dan dua sampai tiga cangkir sehari untuk kopi instan, dengan penurunan risiko masing-masing sebesar 17 persen dan 12 persen.
Kistler mengatakan, kafein adalah konstituen yang paling terkenal dalam kopi, tetapi minuman ini mengandung lebih dari 100 komponen yang aktif secara biologis.