“Mereka tidak menyukainya. Acara pencarian bakat itu menggemparkan industri. Itu adalah hal yang sangat tidak disukai dalam industri yang menyangkut orang banyak. Sekarang ada begitu banyak,” katanya.
Namun, satu keuntungan memulai lewat Idol, kata Clarkson, adalah kemampuan untuk berempati dengan para kontestan saat ia menjadi pelatih di The Voice. Hal serupa berlaku untuk sesama pelatih, Jennifer Hudson, yang berkompetisi di Idol pada tahun 2004.
Baca Juga:
Radikalisasi di Kalangan Remaja: Dua Pelajar Singapura Ditangkap karena Dugaan Terorisme
“Orang-orang seperti kami yang telah melalui proses audisi itu, dan langsung dinilai, mungkin bukan penampilan terbaik Anda, tetapi Anda tahu Anda bisa melakukan yang lebih baik,” ujar Clarkson.
“Dan itu tidak kenal ampun dalam banyak hal. Dan banyak tekanan bagi para artis ini, yang menurut saya tidak akan mampu ditangani oleh banyak artis yang menjual banyak rekaman. Itu hal yang berbeda,” pungkasnya.
[Redaktur: Zahara Sitio]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.