Tak lama kemudian, keduanya mulai mendapatkan cukup banyak uang dari pekerjaan baru mereka, dan kabar keberhasilan mereka menyebar ke seluruh desa.
Kabar tersebut menginspirasi orang lain untuk mengikuti jejak Shukla dan Verma.
Baca Juga:
Bukan India atau Arab Saudi, Inilah Negara dengan Penduduk Muslim Terbanyak
“Saya bekerja di SBI sebelumnya, sebagai network engineer. Kantor saya memiliki internet berkecepatan tinggi dan saya biasa menonton video YouTube di sana,” kata Shukla kepada kantor berita ANI.
“Saya suka film. Pada 2011-2012, versi baru YouTube diluncurkan. Saat itu, hanya sangat sedikit saluran di YouTube. Saya tidak puas dengan pekerjaan saya. Jadi saya meninggalkan pekerjaan dan mulai dengan YouTube,” sambung Shukla.
Kini, sekitar sepertiga dari penduduk desa menjadi content creator. Dan paltform untuk mereka berkarya tidak hanya di YouTube, melainkan juga di TikTok atau Instagram.
Baca Juga:
Pertama Kali Main Series, Ria Ricis Akui Pengalaman Tak Terlupakan
Content creator termuda di Desa Tulsi berusia 15 tahun sedangkan yang paling tua adalah wanita lanjut usia (lansia) berumur 85 tahun.
Sudah ada 40 atau lebih saluran yang berbasis di Desa Tulsi.
Tema yang diangkat saluran-saluran tersebut sangat beragam dari komedi, musik, hingga pendidikan.