Sementara itu, Dewan Pembina Perbakin Bambang Soesatyo juga
menegaskan bahwa Zakiah Aini bukan anggota Perbakin. Bamsoet, sapaan Bambang
Soesatyo, mengatakan Zakiah Aini adalah anggota klub menembak airsoft gun.
"Setelah saya cek di database Perbakin yang
bersangkutan tidak terdaftar. Dia bukan anggota Perbakin. KTA-nya keanggotaan
Club nembak airsoft gun," ujar Bamsoet.
Baca Juga:
Pendiri NII Center: ASN Aceh yang Ditangkap Densus 88 Kecewa ke Panji Gumilang Bergabung ke MYT
Bamsoet menambahkan, untuk menjadi anggota Perbakin,
seseorang harus ikut penataran dan tes keahlian. Bamsoet kemudian memberi
contoh kode spesifikasi jenis keanggotaan dalam Perbakin, yakni TS (Tembak
Sasaran), TR (Tembak Reaksi), dan B (Berburu).
Lebih lanjut, Bamsoet juga menjelaskan soal perbedaan KTA
Club dan KTA Perbakin. Pemilik KTA Club, sambung Bamsoet, belum tentu anggota
Perbakin.
"Perlu anda ketahui KTA Club dan KTA Perbakin itu
berbeda. Pemilik KTA Club menyatakan ia adalah anggota klub yang bernaung di
bawah Perbakin. Artinya, ia adalah anggota klub namun belum tentu anggota
Perbakin. Dan Basis Shooting Club sudah tidak tercatat lagi di Pengprov
Perbakin DKI (sudah lama dibekukan karena tidak aktif)," tutur Bamsoet.
Baca Juga:
Teriak 'Teroris' dan Tendang Penumpang Transjakarta, Kakek 69 Tahun Ini Akhirnya Minta Maaf Sambil Gemetar
Sebelumnya, Zakiah Aini melakukan penyerangan di Mabes
Polri. Polisi pun menembak mati Zakiah Aini.
Zakiah Aini disebut sebagai lone wolf dengan ideologi ISIS.
Ia sempat kuliah hingga semester V sebelum drop-out. [qnt]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.