WAHANANEWS.CO, Jakarta - Kecapi Dayak merupakan salah satu alat musik tradisional yang memiliki peran penting sebagai simbol identitas budaya masyarakat Dayak di Kalimantan Tengah.
Hingga saat ini, keberadaan alat musik ini masih terjaga dan terus digunakan dalam berbagai kegiatan adat, upacara tradisional, hingga pertunjukan seni sebagai bagian dari ekspresi budaya yang diwariskan secara turun-temurun.
Baca Juga:
Program “Satu Rumah Satu Sarjana” Diluncurkan, Pemprov Kalteng Gratiskan Kuliah bagi Ribuan Mahasiswa
Mengutip laman Indonesia Kaya, kecapi Dayak memiliki bentuk unik yang menyerupai burung enggang, satwa yang dianggap sakral oleh masyarakat Dayak.
Bentuk tersebut tidak hanya menjadi ciri khas visual, tetapi juga mengandung makna filosofis dan spiritual yang melambangkan hubungan harmonis antara manusia, alam, dan dunia spiritual menurut kepercayaan masyarakat setempat.
Secara organologis, kecapi Dayak termasuk dalam jenis alat musik petik berdawai dua dan tergolong ke dalam keluarga alat musik lut.
Baca Juga:
Denda Rp4,2 Triliun Belum Dibayar, Satgas PKH Kejar PT AKT hingga Proses Pidana
Instrumen tradisional ini lazim dimainkan untuk menyambut tamu kehormatan, mengiringi tarian adat, serta menjadi bagian penting dalam prosesi ritual budaya masyarakat Dayak.
Dalam proses pembuatannya, kecapi umumnya menggunakan kayu ringan dari pohon hanjalutung yang dikenal memiliki karakter kuat, lentur, dan mudah dibentuk.
Pemilihan jenis kayu tersebut mempermudah pengrajin dalam membentuk badan kecapi, sekaligus memastikan ketahanan alat musik agar dapat digunakan dalam jangka waktu yang panjang.