WAHANANEWS.CO, Jakarta - Jika dahulu nama Belanda identik dengan sejarah penjajahan Indonesia, kini citra tersebut perlahan bergeser.
Di era modern, justru muncul fenomena menarik ketika Belanda ikut berperan dalam memperkenalkan bahasa Indonesia ke panggung musik internasional.
Baca Juga:
PLN UID Jakarta Raya Percepat Pemulihan Listrik Pasca Bencana di Aceh, Kembali Kirim 18 Petugas Tim Recovery
Hal tersebut dilakukan oleh sebuah band asal Amsterdam bernama Nusantara Beat.
Grup musik ini mencuri perhatian publik karena konsisten membawakan lagu-lagu berbahasa Indonesia, meskipun seluruh personelnya berasal dari luar negeri.
Keunikan ini membuat Nusantara Beat kerap tampil di berbagai panggung dan dikenal oleh penikmat musik lintas negara.
Baca Juga:
Hadapi Musim Hujan hingga Maret, Dinkes Sumedang Imbau Masyarakat Waspada Bencana dan Penyakit
Nusantara Beat merupakan band bergenre psychedelic yang berbasis di Kota Amsterdam, Belanda.
Grup ini digawangi oleh Jordy Sanger, Megan de Klerk, Michael Joshua, Rouzy Portier, Sonny Groeneveld, serta Gino Groeneveld.
Mereka memadukan unsur musik modern dengan nuansa retro yang kental, sehingga menghadirkan warna musikal yang khas dan berbeda.
Salah satu hal yang paling menyita perhatian publik adalah sosok Megan de Klerk. Vokalis perempuan ini membawakan lagu-lagu Nusantara Beat menggunakan bahasa Indonesia dengan pelafalan yang sangat fasih.
Kemampuannya menyanyikan lirik Indonesia secara natural membuat banyak pendengar tak menyangka bahwa band ini berasal dari Eropa.
Nusantara Beat telah merilis album debut yang diberi judul “Nusantara Beat”.
Album tersebut memuat 11 lagu dengan karakter musik yang kuat dan nuansa psikadelik yang mengingatkan pada era musik tahun 1970-an. Aransemen yang unik dan eksploratif menjadi ciri khas album perdana mereka.
Beberapa lagu yang terdapat dalam album tersebut antara lain Ke Masa Lalu, Kelangkang, Di Pantai, Bunga Mekar, Ular Ular, Kupu Kupu, dan Gapura.
Selain itu, terdapat pula lagu Hilang Kendali, Tamat, Bakar, serta Cinta Itu Menyakitkan yang semakin memperkaya warna musikal Nusantara Beat.
Tak hanya lagu dalam album, Nusantara Beat juga merilis sejumlah single yang tidak dimasukkan ke album.
Lima single tersebut berjudul Djanger, Sifat Manusia, Mang Becak, Layung, dan Kota Bandung.
Lagu-lagu ini semakin menegaskan kedekatan band tersebut dengan budaya serta kehidupan masyarakat Indonesia.
Jika ditelaah lebih jauh, lirik-lirik Nusantara Beat banyak menggambarkan realitas sosial, emosi, dan keseharian yang dekat dengan kehidupan masyarakat Indonesia.
Hal inilah yang membuat karya mereka terasa relevan dan mudah diterima oleh pendengar Tanah Air.
Bagi penikmat musik yang ingin mengenal lebih dekat karya Nusantara Beat, band ini dapat ditemukan di berbagai platform musik digital seperti Spotify dan YouTube.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]