WAHANANEWS.CO, Jakarta - Era influencer marketing mulai diguncang, karena konsumen kini lebih percaya pada pengalaman nyata dibandingkan promosi berbayar yang terasa terlalu dibuat-buat.
Strategi pemasaran digital terus berubah seiring perilaku konsumen yang makin kritis dalam menilai informasi dan promosi di media sosial.
Baca Juga:
Pengguna Home Charging Tembus 92 Ribu, ALPERKLINAS: PLN Membawa EV Lebih Dekat ke Masyarakat
Selama lebih dari satu dekade, influencer marketing menjadi salah satu senjata utama perusahaan untuk menjangkau pasar secara cepat dan luas.
Namun, sejumlah brand kini mulai melirik pendekatan yang dinilai lebih autentik, yakni memanfaatkan rekomendasi langsung dari konsumen.
Perubahan arah itu dipicu oleh meningkatnya biaya kolaborasi dengan kreator konten dan menurunnya kepercayaan publik terhadap konten promosi berbayar.
Baca Juga:
Purbaya Tahan Pajak E-Commerce, Daya Beli Masyarakat Jadi Pertimbangan
Di tengah banjir informasi digital, pengalaman nyata yang dibagikan konsumen dinilai memiliki daya pengaruh lebih kuat dibandingkan iklan atau endorsement biasa.
Fenomena tersebut ikut mendorong berkembangnya model pemasaran berbasis komunitas dan advokasi konsumen.
Sejumlah perusahaan mulai mengalihkan fokus dari sekadar mengejar jangkauan dan impresi menuju upaya membangun percakapan organik dari pengalaman pengguna.