Pabrikan Boeing menyatakan terus berkomunikasi dengan Ryanair dan siap memberikan dukungan selama proses investigasi berlangsung.
"Kami tetap berkomunikasi dengan pelanggan kami, Ryanair, dan siap memberikan dukungan penuh," ujar perwakilan Boeing.
Baca Juga:
Bandara Husein Bersiap Kembali Layani Penerbangan Jet, InJourney Mulai Tahap Optimalisasi
Badan Penerbangan Federal Amerika Serikat (FAA) juga ikut memberikan dukungan dalam proses penyelidikan terhadap insiden tersebut.
FAA menjelaskan bahwa pesawat yang mengalami insiden merupakan Boeing 737 NG yang berbeda dengan seri Boeing 737 MAX yang pernah menjadi sorotan dalam sejumlah kecelakaan beberapa tahun lalu.
Seluruh armada Boeing 737 NG milik Ryanair diketahui menggunakan mesin CFM56 produksi CFM International yang merupakan perusahaan patungan General Electric Co dari Amerika Serikat dan Safran SA dari Prancis.
Baca Juga:
Badai Tropis Mengancam Jepang, 120 Penerbangan Langsung Dibatalkan
Hingga proses investigasi berjalan, CFM International belum memberikan tanggapan resmi mengenai dugaan kerusakan mesin yang memicu insiden tersebut.
[Redaktur: Elsya TA]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.